Sabtu, 29 Agustus 2009

KUPU-KUPU TERINDAH KU


Wahai engkau sang ulat cantik, sayang dan cinta tulus ku membuat aku berharap engkau menjadi kupu-kupu yang termanis, tanpa engkau sadari betapa rasa cinta dan sayang ku sudah menjagamu. Ingatkah dirimu betapa banyak ancaman dari burung liar yang hampir mematuk mu. Saat itu aku selalu mendekapmu dalam cinta sehingga tidak seekorpun yang mengganggumu. Adakalahnya saat kau sedang terbaring lemah aku hadir dengan ciuman terindah penuh kasih. Tahukah engkau aku ingin kau menjadi ratu di kerajaan hatiku.

Tidak pernah sedetikpun aku biarkan engkau lara. Ketika kutatap mata kecil itu jantungku memacu darah menggetarkan jiwa. Wahai sang pemilik alam aku sudah luruh jatuh cinta kepadanya, namun tangan angkuh keadaan membuat aku hidup dipadang tandus. Kasih ingatkah engkau dikala teriakmu menghentikan nafasku. Wahai sang penjaga kedamaian datanglah kepadaku sebab aku terancam jiwa dan raga, tangan-tangan kebohongan sudah datang menipuku, itulah katamu, aku disini dalam takut yang teramat mengerikan jeritmu dari taman bunga negeri kembang. Dengan segenap jiwa aku terbang laksana kilat memberi terang mengusir takut setiap desir dan nafasmu. Kasih aku adalah hamba dan penjagamu maka aku datang memberi damai dari cinta di lubuk hati.

Aku sangat merasa tersiksa saat engkau di belenggu oleh setiap kulit keras kepompongmu. Mohon jangan menyalah angin apa lagi menyalahkan ku, sebab cangkang kepompong yang menyiksamu adalah lara buah congkakmu, pedih dari luka jatuhmu saat lari mengejar bayangan. Tiadalah mungkin pencinta sejati melukai kekasihnya, aku sangat mencintaimu jadi mana mungkin luka yang ada dari sikapku, tapi nafsumulah yang membimbingmu mengejar luka bukan aku. Kasih ingatkah engkau saat air mataku kau kuras meninggalkan bekas lembam mata yang bengkak, aku akan jadikan semua itu air segar memupuk taman bunga tempatmu bermain. Kini mataku semakin kabur nanar menatap mentari berpamit.

Kasih dengan kesabaran yang dipupuk oleh cinta sejatiku kini sudah kuantar engkau menjadi bidadari kecil kupu-kupu terindah. Warna sayapmu begitu indah laksana lukisan cinta dewa asmara yang selalu membuat mata mengarah silau ingin membelai. Nyanyian suaramu bagai denting kecapi dewi cinta di terang bulan yang bisa menghanyutkan jiwa menuju damai. Mata indahmu sudah bening selaksa cahaya, tatapanmu penerang kalbu jiwa nan kelabu. Kupu-kupu ku betapa cantiknya engkau terbang melayang di taman bunga, aku bangga telah menjagamu. Sayap indah mu semakin lebar kerpakannya semakin kuat, hingga kau bisa mengitari selaksa taman penuh bunga. Kini kau bukanlah kepompong apalagi ulat. Seiring angan dan mimpimu yang semakin tinggi kau selalu mengejar taman yang terindah. Dengan segenap kecongkakan akan keindahan yang kau miliki kau terbang bertualang mengejar mimpi mengikuti nafsu, meninggakan lara disetiap jejakmu. Wahai jiwa yang berbalut kefasikan tiada taman selalu indah, sebab bunga mengenal layu, yakinku kau akan mengenal hampa.

Kupu-kupu ku ! Aku berjanji Demi cinta yg sudah membelenggu jiwa, tertatihpun aku tetap melangkah, seluruh jiwa & raga kupersembahkan untuk mu, karena bila aku sudah mencinta, Bukanlah urusanku memikirkan diriku sendiri, karena urusanku adalah mencintaimu dengan sepenuh hati dan memberikan setiap waktuku untuk mengabdi padamu, membuat setiap gerak hidup ku untuk membahagiakanmu,kasih aku akan brusaha dalam sepanjang umurku untuk mempersembahkan yang terbaik untukmu, sungguh aku berharap engkau memikirkan ku.

Kasih terbanglah engkau sesukan hatimi dan tataplah cahaya fajar d antara rimbun puncak bukit, memantul kemilau disungai nan jernih, adakah keindahan disana, aku yakin jawabnya tidak!. Kemudian engkau berlarilah kebibir pantai, duduk senduh dirindang cemara, nun jauh disana cahaya jingga kilau kemilau, berebut pesona buih gelombang, mentari jingga hendak berpamit. Adakah keindahan disna saya yakin jawabnya tidak! Keindahan mu ada tersimpan di tulus cintaku yang takkan kau temukan di tempat yang lain, aku telah bentangkan taman sorga tempat kau bermanja diri sepanjang hayat.Aku bersumpah surgamu akan ku gemgam erat. (By. gmoelya).

2 komentar:

  1. yang ini sangat bagus !!! membuat aq menangis membaca'a kisah anda sangat menarik kenapa gg dijadikan buku ajh biar lebih mantap lagi !!!!!!!!!!

    BalasHapus
  2. Smua sudah berlalu, ranting yg patah berganti tunas ... wahai dikau Rindu di hati ...kisah lama terkubur sudah ...

    ini petikan tulisan di atas ... "Dengan segenap kecongkakan akan keindahan yang kau miliki kau terbang bertualang mengejar mimpi mengikuti nafsu, meninggakan lara disetiap jejakmu. Wahai jiwa yang berbalut kefasikan tiada taman selalu indah, sebab bunga mengenal layu, yakinku kau akan mengenal hampa " ....

    itulah tanda pelepasan hati ...

    BalasHapus