
Oleh: Gusnan Mulyadi, SE. MM
Begitu susah hidup kami ini, walau kami sudah kerja keras membanting tulang, namun hidup ini tidak pernah membaik, harga hasil pertanian tidak sesuai harapan, pupuk, bibit dan sarana pertanian sangat susah mendapatkannya kalaupun ada harganya sangat tinggi dan tidak terjangkau, belum lagi, ditambah lagi lahan pertanian yang semakin sempit, irigasi yang tak bisa mengalirkan air dengan baik. Kami mau kerja, kami mau berusaha, kami tidak mau jadi pengangguran seperti ini tapi apalah daya kami anak-anak muda tidak bisa berbuat apa-apa. Cukup banyak diantara mereka menghubungi saya “Dang tuapau lukak, pacak ndiak bantu kami, ndiak ngapau kerjau apau gila”, sedih kita bila turut memahami kesulitan yang mereka rasakan.
Lantas saya teringat kata-kata bijak yang “janganlah berpangku tangan mengharapan bantuan orang lain sebab yang bisa membantu kita hanyalah kita sendiri”. Mengenang perjalanan di tengah masyarakat beberapa waktu lalu, saya sering sekali bercerita soal keledai tua. Selama ini cerita ini sangat memberikan dorongan motivasi bagi saya, saat saya berada dalam keterpurukan saya selalu bisa keluar dari kesulitan karena semangat itu sangat kuat sehingga membuat saya tiada lelah dan berputus asa, jatuh bangkit berlari kembali. Melalui tulisan ini saya mencoba untuk berbagi nilai-nilai yang terkandung dalam cerita ini.
Alkisah ada seorang petani yang memiliki seekor keledai tua. Suatu hari keledai tua milik petani itu masuk sumur tua. Keledai tua tersebut menjerit-jerit berbunyi sekeras-kerasnya, dengan harapan ada yang mendengar dan menolongnya untuk keluar dari dalam sumur tersebut. Sayup-sayup suara keledai tersebut terdengan dengan petani pemilik keledai tersebut. Kemudian petani tersebut mendekati sumber suara, betapa terkejutnya sang petani setelah dia lihat kedalam sumur ternyata keledainya terperosok kedalam sumur tersebut. Si petani berfikir bagai mana untuk mengeluarkan keledai tersebut, sambil mencari akal diapun menceritakan kepada para tetangganya bahwa keledainya masuk sumur. Setelah berdiskusi dengan beberapa orang tetangga dan tidak ditemukan cara untuk mengeluarkan keledai tersebut, maka diputuskan untuk menguburnya hidup-hidup.
Dengan bergotong royong petani dan para tetangganya mulailah mengubur keledai tersebut, semua yang ada dimasukan kedalam sumur dengan harapan sang keledai segera terkubur, tanah dan batu sekop demi sekop, cangkul demi cangkul di tibunkan kedalam sumur, daun dan rumputpun di masukan kedalam sumur. Sang keledai menjadi bingung kalau mau kasih makan kenapa daun dan rumputnya bercampur tanah dan batu, dalam kebingungan karena tanah dan benda lainnya semakin banyak menimpa tubuh dan kepala sang keledai sehingga menumpuk di badannya, dengan reflex sekuat tenaga keledai itu mengoyangkan badannya sehingga semua tanah dan benda yang ada dibadannya jatuh kedasar sumur. Begitulah secara berulang ulang dengan tidak mengenal lelah setiap tanah dan benda yang menumpuk dibadannya selalu saja dibuangnya dengan menggoyangkan badannya sekuat tenaga.
Semakin lama petani dan tetangganya semakin bersemangat untuk mengubur keledai tersebut, tiada terasa sudah cukup banyak tanah, batu bahkan jiblab dan kain pelikat dan tanci recehan dimasukan dalam sumur, namun selalu saja sang keledai buang dan injak-ijak dan tampa terasa air sumur sudah mengering, dan permukaan sumur semakin dekat. Sehingga suatu saat permukaan sumur sudah sangat rendah karena timbunan tanah dan benda-benda lainnya, dengan langkah santai keluarlah sang keledai tua dari dalam sumur itu, tampa kurang satu apapun. Para petani sangat terkejut melihat sang keledai keluar kerena mereka fikir sang keledai sudah mati terkubur didalam sumur.
Para pembaca yang budiman! . Ada beberapa pelajaran bijaksana yang dapat kita tarik dari kisah sang keledai tadi.
Pertama; Kita harus bijak dalam bersikaf saat ada permasalahan menimpa kita, jangan berputus asa dan berburuk sangka. Sang keledai saat mau dikubur dia tidak marah, bahkan hinaan, cacian, serangan yang dilakukan orang untuk mengubur dia, malah dia jadikan kesempatan dan modal untuk keluar dari dalam kesulitan dan keluar sebagai seorang pemenang dalam perjuangan kehidupan yang sangat berat. Dalam kesulitan pasti ada kesempatan.
Kedua ; Jangan terlena dengan pemberian dari orang lain bila kita sendiri tidak berusaha keras untuk mendapatkannya. Apabila sang keledai terlena dengan daun dan rumput yang di lempar para petani maka dia akan makan sepuasnya dan sekenyang-kenyangnya sehingga dia terlena dan tidak berusah untuk keluar dari dalam sumur tersebut padahal niat mereka memberi daun dan rumput tidak lebih hanya untuk mengubur mereka hidup-hidup. Sang keledai sungguh bijaksana seluruh pemberian itu di terima namun di injak-injak untuk dijadikan modal keluar dari sumur. Maknanya jangan terlalu berharap dan bergantung diri kepada orang lain karena hanya kitalah yang dapat meruba nasib kita.
Ketiga; Kadang-kadang tujuan yang diharapkan itu terlihat samar dan tidak jelas, begitupun sang keledai dia tidak tahu bahwa perjuangan kerasnya mengoyangkan badan tiada mengenal lelah akan berbuah baik atau buruk, yang jelas usaha itu dilakukan dengan ikhlas dan tulus tanpa mengenal lelah, tekad kuat di dalam hati bahwa dia tidak boleh mati. Allah maha mengetahui, tanpa diketahui dan direncanakan perjuangan sang keledai sudah membuat dia menjadi pemenang dan keluar dari kesulitan yang sangat besar. Berjuanglah ikhlas sekuat tenaga berlandaskan niat tulus dan ikhlas, yakin Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita semua.
Keempat ; Setiap kehidupan ini adalah sebab dan akibat sang keledai masuk sumur diakibatkan dia tidak hati-hati, sedangkan niat buruk petani untuk mengubur sang keledai adalah penyebab bagi keledai untuk berbuat yang terbaik sehingga mendapat akibat yang terbaik dikemudian hari. Tergantung kita mau jadi penyebab atau akibat , kalau kita menjadi penyebab berarti kita selalu berperan aktif, inovatif dan kreatif dalam setiap langkah kehidupan agar hidup kita lebih baik kedepan, namun bila kita menjadi akibat berart kita membiarkan diri kita larut dalam kemalasan raga dan fikiran, membiarkan diri kita larut dalam hal-hal yang tidak berguna membiarkan diri kita tertinggal dan tergilas roda perubahan zaman. Jadikanlah setiap kesulitan sebagai penyebab kita untuk berjuang lebih keras dalam meraih kesuksesan.
Kelima. Disisi petani dan kawan-kawan harus diingat bahwa setiap niat buruk walau dibungkus dengan kebaikan yang berpura-pura pasti akan membuahkan hasil yang tidak menyenangkan. Kita sudah membuktikan bahwa sudah sekian banyak kita melakukan pemberian yang tidak tulus bahkan untuk mengelabui dan menipuh beberapa gelintir orang berakibat merugikan diri sendiri. Sudah sekian banyak uang dan barang kita berikan dengan tujuan ada udang di balik batu, yang akhirnya hanya memperoleh kesia-siaan belaka.
Para pembaca yang budiman! Jangan pernah berputus asa disetiap memerima atau mendapat kesulitan, karena setiap manusia pasti akan selalu diuji dengan setiap kesulitan. Kesulitan merupakan anak tangga yang harus selalu kita lewati agar kita bisa menjadi dewasa dan bisa naik ditangga kesuksesan.
Sebuah intan berlian tidak akan bisa menjadi batu permata berharga bila dia tidak bersediah dihimpit dalam perut bumi dengan panas yang sangat luar biasa dan sanggup dipotong, dibelah dan diasah sehingga menjadi permata yang indah.
Seekor kupu-kupu tidaklah akan menjadi begitu cantik dan indah bila dia tidak bersediah menjadi kepopong yang dipasung dalam sangkar yang sempit dan berpuasa sekian lama.
Sebuah pedang yang gagah, berwibawa dan indah tidaklah akan pernah ada bila tidak sanggup dibakar, dipukul dan di tempa. Seorang Sukarno tidaklah akan pernah menjadi Bapak Bangsa bila tidak sanggup keluar masuk penjarah.
Demikianlah seterusnya, setiap masalah dan kesulitan pasti selalu membawah sejuta makna, maka janganlah menghindar dari kesulitan tapi hiruplah kesulitan itu jadikanlah dia tenaga yang memenuhi dada untuk dibakar mejadi semangat meraih kesuksesan. . “Susungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (QS. ArRa’d 11) Silahkan kunjungi www.gusnan-mulyadi.blogspot. com. (penulis adalah alumi FE UNIB) Salam sukses selalu
makash Om Gus ....bagus banget nih buat inspirasi....
BalasHapusSemoga ada manfaatnya Di....
BalasHapus