Sabtu, 20 Juni 2009
MEMANGNYA GUSNAN TAHU APA, BUKAN GAMPANG MENJADI BUPATI....
V I S I
Berangkat dari permasalahan pokok yang dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan, yaitu rendahnya kesejahteraan masyarakat dengan kondisi sumber daya manusia yang terbatas dan beranjak dari LANDASAN MOTIVASI maka visi dalam membangun Kabupaten Bengkulu Selatan adalah : "Terwujudnya Masyarakat Bengkulu Selatan yang sejahtera dalam kebersamaan dan bersama dalam kesejahteraan, tertib, sehat, rajin belajar dan berusaha, unggul dalam bekerja, peduli terhadap lingkungan serta mendukung program kebijakan nasional yang berazazkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa”
Sejahtera, diartikan bahwa masyarakat Bengkulu Selatan memiliki rata-rata tingkat pendapatan yang memadai dan dapat mencukupi sebagian besar kebutuhan hidup yang layak, baik kebutuhan fisik maupun non fisik (pendidikan dan kesehatan atau jasmani dan rohani). Yang dimaksud sejahtera dalam kebersamaan dan bersama dalam kesejahteraan adalah pembangunan ekonomi harus dilandasi perinsip pemerataan dan masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan harus peduli sesama dan tidak ada monopoli ekonomi.
Tertib, mempunyai makna bahwa roda pemerintahan daerah serta kehidupan masyarakat Bengkulu Selatan tidak terlepas dari nilai-nilai Pancasila dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta norma-norma masyarakat. Nilai-nilai Pancasila dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta norma-norma masyarakat menjadi dasar yang melandasi seluruh dimensi kehidupan warga masyarakat. Dengan demikian kiranya menjadikan masyarakat Bengkulu Selatan yang patuh pada hukum sehingga menjadi daerah yang baik dengan keamanan, kedamaian, ketentraman, dan kesejahteraan yang pada akhirnya menciptakan masyarakat Bengkulu Selatan yang tertib.
Sehat, diartikan bahwa masyarakat masyarakat Bengkulu Selatan memiliki kesehatan yang baik yakni sehat jasmani maupun rohani. Selain hal tersebut juga mempunyai makna sehat dalam melaksanakan roda pemerintahan, bebas dari kontaminasi korupsi, kolusi dan nepoteisme (KKN) dan menjadikan pemerintahan Bengkulu Selatan yang bersih dan dinamis menuju kesejahteraan bersama (Good Governance).
Rajin Belajar dan Berusaha, Unggul Bekerja diartikan, bahwa masyarakat Bengkulu Selatan diharapkan memiliki tingkat pendidikan rata-rata cukup tinggi, serta berkemampuan untuk dapat menguasai teknologi dan informasi dalam tingkat yang memadai, sehingga memiliki daya saing (kualitas dan kapabilitas) dan daya tawar yang tinggi di bursa tenaga kerja maupun dalam membuka usaha produktif yang mandiri.
Peduli terhadap lingkungan diartikan bahwa pemerintah dan masyarakat Bengkulu selatan harus mempedulikan lingkungan hidup, kebersihan, terutama terhadap issue pemanasan global yang akan mengancam kehidupan manusia didunia, pembagunan saran dan prasarana yang bernuansa ramah lingkungan. Lebih dari itu pemerintah dan masyarakat harus peduli terhadap lingkungan sosial peduli terhadap penderitaan sesama, peduli terhadap penyakit sosial (Narkoba, Kehidupan malam, Dll), peduli kehidupan sosial generasi muda.
Mendukung Program Kebijakan Nasional lebih diartikan, bahwa dengan adanya otonomi daerah bukan berarti pemerintahan daerah kabupaten Bengkulu Selatan menjalankan pemerintahan dengan egonya sendiri tanpa memperhatikan kepentingan nasional dalam koridor NKRI, sehingga selain mengedepankan aspirasi masyarakat kabupaten Bengkulu Selatan tetapi juga menselaraskan arah kebijakan pembangunan secara nasional sehingga tujuan pembangunan nasional tercapai.
Berazazkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Roda pemerintahan dan kegiatan pembangunan tidak akan berjalan dengan baik tanpa mengedepankan moralitas dan moralitas tidak akan timbul tanpa keimanan dan ketakwaan, Allah selalu menghendaki umatnya selalu beriman dan bertakwa serta ingat selalu kepadanya, orang yang selalu mencintainya yang akan dikehendakinya untuk memimpin. Bila orang itu sudah mencintai Tuhannya maka dia akan menjadi pemimpin yang bijakasana.
Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(Q.S. Ali Imran:26)
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(Q.S.Al-A'raf: 96)
M I S I
Selanjutnya di dalam upaya, mewujudkan dan merealisasikan visi tersebut perlu dijabarkan dalam MISI yang lebih bersifat operasional. Sebagai langkah operasional,untuk mencapai Visi yang telah saya tetapkan, maka Misi yang harus saya tempuh senantiasa harus bisa memecahkan permasalahan pokok dan terukur.
Oleh karena itu,Saya yakin seyakinyakinnya Allah bersama kami dalam perjuangan ini, dengan keyakinan penuh yang dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan serta Ilmu yang kami miliki, maka Kami bercita-cita untuk membawa BengkuluSelatan dari lembah kemiskinan dan jurang kebodohan ke puncak kesejahteraan yang berilmu. Kami akan lepaskan Bengkulu selatan yang selama ini terbelenggu oleh monopoli ekonomi dan cengkraman ketamakan segelintir orang, untuk menjadikan Bengkulu Selatan yang merdeka secara ekomoni dan merdeka secara bhatin. “Habis Gelap Terbitlah Terang” .
Untuk mewujudkan Bengkulu Selatan EMAS Bengkulu selatan yang Elok, Maju, Agamis dan Sejahtera sebagai mana tergambar pada VISI kami beikut ini adalah MISI Real yang lebih mengarah ke program kerja bukan cuma sekedar teori namun terukur jelas apa yang kan dilakukan. Beberapa solusi dan langkah nyata yang akan kami lakukan bila kami sudah dilantik menjadi Bupati Bengkulu Selatan.
(1) Langkah pertama, kami akan SELESAIKAN KRISIS ENERGI LISTRIK PALING LAMA 90 HARI PERTAMA setelah kami dilantik (Saya didukung oleh salah satu perusahaan Deisel POWER Terbesar Indonesia dengan kesepakatan di atas materai) dan menyediakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) untuk DAERAH TERPENCIL secara bertahap serta MENSTABILKAN PASOKAN BBM (Tiada lagi hari-hari antri bensin) di Bengkulu Selatan.
(2) Kami akan menggerakkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD ) dengan membuat BANK PENGKREDITAN RAKYAT (BPR) yang khusus memberikan PINJAMAN MODAL KERJA TANPA AGUNAN untuk para pedagang kecil dan para petani serta nelayan se-Bengkulu Selatan dengan sistem bagi hasil (saya belajar dengan Bank Pertanian Malaysia).
(3) Membangun JARINGAN PASAR untuk hasil pertanian dan produk unggulan lainnya agar HARGA HASIL PERTANIAN STABIL DAN TINGGI, jangan seperti saat ini harga jatuh saat panen raya tapi mahal saat panen sedikit (karena muara dari seluruh hasil pertanian adalah PASAR).
(4) Membangun dan memperbaiki JALAN JEMBATAN ke DAERAH PRODUKSI pertanian dan perkebunan rakyat (Guna memperluas lahan produksi dan menekan biaya transportasi untuk meningkatkan pendapatan petani).
(5) Mengatasi krisis DISTRIBUSI/KELANGKAAN PUPUK dengan memaksimalkan peran dan fungsi BUMD sebagai Penyalur Utama (saya sudah jajaki dengan petinggi PUSRI dan mereka siap dukung, sebab permasalahan sekarang adalah permainan DISTRIBUTOR).
(6) Memanfaatkan sumber daya alam terutama air terjun Simpur, Air Manna hijau, dll untuk PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR agar kelak Bengkulu Selatan bisa mandiri dalam energi kelistrikkan.
(7) Membuat dunia PENDIDIKAN dan BEROBAT Murah dan kalau bisa GRATIS serta berkualitas.
(8) Memasukkan pelajaran budaya Bengkulu Selatan, Budi Pekerti dan Keimanan, kewiraswastaan, keterampilan hidup dalam MUATAN LOKAL di dunia pendidikan dan memberikan hak-hak guru terutama tunjangan sesuai dengan aturan dan beberapa kebijaksanaan untuk mensejahterakan guru.
(9) Memberikan BEASISWA dan IKATAN DINAS bagi PELAJAR dan MAHASISWA yang BERPRESTASI.
(10) Mencari solusi dan alternatif untuk mengatasi rendahnya Harga Tandan Buah Sawit Segar (meningkatakan pendapatan petani sawit) dengan membuat kebijaksanaan yang berpihak dengan peningkatan penghasilan petani seperti ketersedian pupuk, perbaikan jalan produksi, serta menjajaki kerjasama dengan pihak swasta untuk pendirian PABRIK KELAPA SAWIT.
(10) Membersihkan Test CPNS dari KKN. Setiap putra daerah , lulusan terbaik terutama cumlaude dijamin diterima menjadi PNS Kab Bengkulu Selatan sesuai dengan persyaratan resmi dari pemerintah.
(11) Membangun PELABUHAN NELAYAN MODERN di pasar bawah, dan menyediakan fasilitas COLD STRORAGE serta POMPA BAHAN BAKAR khusus untuk nelayan.
(12) Membangun baru dan memperbaiki IRIGASI, JALAN yang ada serta membuka LAHAN PERSAWAHAN BARU terutama daerah Ganjuh, Seginim dan Kedurang yang diperuntukan untuk keluarga miskin.
(13) Mengusahakan PERUBAHAN STATUS beberapa HPT (Hutan Produksi Terbatas) untuk dijadikan lahan budidaya melalui PERCETAKAN SAWAH BARU dan PERKEBUNAN untuk Kepala Keluarga miskin selama lima tahun untuk mengurangi angka kemiskinan dan menegakkan aturan terutama dibidang kehutanan agar masyarakat tidak dirugikan oleh tindakan oknum kehutanan soal pemanfaatan kayu budidaya.
(14) Menyediakan Rice Milling Unit (Unit Penggilingan Padi) yang modern agar KWALITAS dan HARGA BERAS menjadi MENINGKAT.
(15) Mengembangkan PRODUK UNGGULAN seperti Batu hias, Kelapa, Ikan Pelus, Bipang Kedurang, Bajik Pino, Kopi Manna, Pisang Sabau/Gepok, jagung,kacang tanah, kedelai dll sekaligus menciptakan pasar lokal, nasional maupun regional untuk produk unggulan tersebut.
(16) Menciptakan PEMERINTAH yang bersih dan berwibawa good goverment serta MEMBELAH KEPENTINGAN RAKYAT. Menyelenggarakan kepemerintahan dengan pola laba-laba di atas jaringnya ( Spyder On the Web).
(17) Menempatkan PEJABAT sesuai dengan kualifikasi, prestasi, senioritas dan kepangkatan dengan azas “The Right Man On the Right Place” bukan dengan azaz sogokan.
(18) Memantapkan tujuan dan merubah taktik, strategi serta meningkatkan kinerja dinas instansi dalam mewujudkan VISI dan MISI yang akan dicapai bukan mengganti PEJABAT yang sudah ada, tapi dengan meningkatkan kinerja PEJABAT dari eselon II sampai ke Eselon IV yang sudah ada dan memberikan tunjangan sesuai dengan aturan kepada PNS.
(19) Memberikan peran serta PEMUDA dalam pembangunan dan melatih PEMUDA dengan pelatihan motivasi dan keterampilan sebagai bekal kehidupan masa depan dan menjalin kerja sama dengan korea, taiwan, jepang dan negara industri lainnya untuk pengiriman tenaga kerja yang terampil.
(20) Mengadakan dengan sistem pelayanan masyarakat terpadu satu atap untuk perizinan usaha serta dokumen kependudukan tanpa biaya atau gratis untuk menunjang dunia usaha.
(21) Menjalin kerjasama government to government (pemerintah dengan pemerintah) dengan negara industri terutama Taiwan, Korea, Jepang, tentang pengiriman tenaga kerja terampil yang sudah terlatih untuk pasar TKI di luar negeri.
(22) Menerapkan PP 72 tahun 2005 tentang desa secara konsisten antara lain Penerapan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar 10 % dari dana perimbangan yang diterima kabupaten dari pemerintah pusat. Pelimpahan sebagian kewewenangan kepada desa sesuai dengan peraturan yang yang berlaku.
(23) Membuat kebijaksanaan dibidang perternakan yang menguntungkan pihak peternak dan juga menguntungan bagi petani serta menjadikan para pencuri ternak sebagai musuh bersama. Bersama aparat penegak hukum menindak dengan tegas setiap pencuri ternak tampa pandang bulu.
(24) Menggalakkan peran serta KAUM WANITA dalam membangun ekonomi keluarga dengan jalan mengembangkan dan mendorong industri rumah tangga ( bipang, wajik, krupuk ikan, kerajinan tangan dan lain-lain)
(25) Mengedepankan penataan AKHLAK, MORALITAS para penyelenggara pemerintah, dengan jalan pendidikan dan pelatihan manajemen emosional dan spiritual/agama serta mengambil keputusan dan kebijaksanaan berdasarkan ILMU, KEIMANAN dan KETAQWAAN.
Dengan segenap kerendahan hati yang paling dalam, kamu susun VISI dan MISI ini bukan untuk menggurui ini semua karena gerak hatinya untuk turut ber-Jihad di jalan Allah. Sesungguhnya bagi kami VISI dan MISI ini adalah kontrak Politik yang akan kami pertanggung jawabkan dunia dan akherat. “JANJI NUNGGU KATAU BETARUA”, . Demikianlah semoga uraian singkat ini bermanfaat bagi kita semua dan terima kasih atas perhatiannya. (gusnan mulyadi)
MENGAPA MENCALON BUPATI....?

LANDASAN DASAR MOTIVASI
Setiap langkah kehidupan manusia pastilah ada yang melandasi, mulai dari cara berfikir, keyakinan maupun dorongan yang berupa motivasi, baik itu internal motivation maupun external motivation. Sebaik-baiknya landasan motivasi yang mendorong seseorang adalah internal motivation yaitu motivasi yang berasal dan tumbuh dari dalam diri sendiri. Motivasi yang tumbuh dari dalam diri sendiri membuat seseorang akan menjadi pejuang tangguh yang tak mengenal kata menyerah dan gagal dalam meraih cita-cita. Motivasi yang tumbuh dari dalam hati sanubari dengan landasan keilmuan, keimanan dan ketaqwaan mampu membawa pejuang-pejuang islam berjaya dari masa kemasa sepanjang sejarah.
Sebagai seorang intelektual dan mempunyai landasan keimanan, maka saya tahu persis bahwa ; Tujuan Allah menciptakan Jin dan Manusia hanyalah untuk menyembah Allah, Fungsi manusia di dunia ini sebagai khalifah,
Kaum Musa berkata: "Kami telah ditindas (oleh Fir`aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: "Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi (Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu. (Q.S. Al A’raaf 7 : 129)Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. (Q.S. Al Faathir 35 : 039)Sedangkan tujuan kehidupan manusia adalah untuk mencari ridho Allah. Sedangkan Alat sebagai Khalifah untuk mendapatkan ridhoNya hanyalah ber-JIHAD di jalannya. Jihad yang paling tepat saat ini adalah berjuang untuk mengeluarkan umat manusia dari belenggu kemiskinan dan kebodohan menuju manusia yang sejahtera lahir dan bhatin. Sedang Alat untuk berjihad tersebut adalah : Jiwa dan Raga yang sehat, Ilmu dan Keimanan, Tahta dan Kekuasaan, Uang dan Harta, Alam terbentang. Saya sadar betul bahwa sebagian dari alat berjihad tersebut sudah saya miliki tapi tidaklah akan sempurna dan cepat berhasil bila alat tersebut tidak cukup maka jihad tidak akan berhasil dengan baik. Dengan kalam “Allah Hu Akbar” maka saya akan maju menjadi calon bupati Bengkulu Selatan untuk periode 2009-2014 pada PILKADA 2008 ini, saya yakin seyakin-yakinnya Allah bersama saya dalam perjuangan ini untuk mensejahterakan Partai Pengusung, Kawan Seperjuangan, Rakyat Bengkulu Selatan.
Berpijak dari uraian di atas maka kalau kita lihat kenyataan yang ada di Bengkulu Selatan baik secara ekonomi, sosial, budaya maka masih sangat ketinggalan dari daerah-daerah lain. Sehubungan dengan itu maka sangat dibutuhkan seorang pemimpin yang memahami kesejatian dirinya bahwa dia adalah Khalifah di muka bumi ini dan sekaligus sebagai seorang hamba Allah yang senantiasa mencari ridhoNya. Saya Gusnan Mulyadi sangat memahami hal tersebut dan dengan keyakinan penuh yang dilandasi oleh Ilmu yang saya miliki maka saya akan bisa menjadi Khalifah sejati yang akan membawah Kabupaten Bengkulu Selatan menuju dermaga kemakmuran lahir dan bhatin. Saya akan bawah Bengkulu Selatan dari lembah kemiskinan dan jurang kebodohan ke puncak kesejahteraan yang berilmu. Saya akan lepaskan Bengkulu selatan yang selama ini terbelenggu oleh monopoli ekonomi dan cengkraman ketamakan segelintir orang, menjadi Bengkulu Selatan yang merdeka secara ekomoni dan merdeka secara bhatin. Saya akan bimbing masyarakat Bengkulu Selatan ke arah keindahan menjadi umat Islam sejati dengan mendirikan Manna Islamic Centre. Saya akan wujudkan cita-cita R.A Kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang” dengan membuat dunia pendidikan dan kesehatan yang murah atau gratis dan berkualitas, Saya akan selesaikan krisis energi kelistrikan di Bengkulu Selatan selama 30 hari pertama saat dilantik atau paling lambat 90 hari setelah pelantikan.
Demikianlah uraian singkat tentang Landasan Motivasi yang mendorong saya untuk maju dalam PILKADA Bengkulu Selatan 2008. Semoga uraian singkat ini bermanfaat bagi kita semua dan terima kasih atas perhatiannya. (Gusnan Mulyadi, SE. MM)
Senin, 08 Juni 2009
MERUBAH PARA PETANI MENJADI PENGUSAHA

Oleh : Gusnan Mulyadi, SE. MM
Ada perbedaan mendasar antara Singapura dengan negara kita, kalau di negara kita banyak petani dan penganggurannya sedangkan di Singapura hampir sebagaian besar menjadi pengusaha. Dalam sejarah islam disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang saudagar atau pengusaha, mulai dari kecil beliau sudah menjadi pedagang dan kemudian menikah dengan seorang pengusaha kaya yang bernama Khadijah. Nah...pertanyaannya kenapa ditengah masyarakat kita sangat sedikit sekali yang berminat menjadi pengusaha, anak muda cenderung untuk menjadi PNS dan orang tuanya siap mengeluarkan uang puluhan bahkan ratusan juta yang penting anaknya bisa menjadi PNS. Penomena yang terjadi ini tidak terlepas dari peran pemerintah yang tidak pernah mendidik masyarakatnya untuk menjadi pengusaha, mereka dididik untuk menjadi petani desa yang selalu pasrah dengan keadaan yang ada. Para pembaca pasti berkata, He... Gusnan hanya pandai berkata-kata, kalau memang ada jalan keluarnya mari kasih tahu bagai mana caranya....?.
Saya pernah bermimpi dan saya sudah ceritakan dengan masyarakat Bengkulu Selatan. Saya bermimpi untuk membuat BPR (Bank Pengkreditan Rakyat) dan BUMD untukmenjadi lokomotif pembangunan ekonomi kerakyatan di Bengkulu Selatan. Tentu pertanyaan bagi mereka yang belum paham “Apa bisa ?” . Saya jawab pasti bisa bila kita mau dan tahu caranya (tahu ilmunya). Kalau kita belajar dengan keberhasilan Malaysia meningkatkan ekonomi rakyatnya, tentu ada beberapa hal yang dapat kita contoh. Salah satunya tidak lepas dari peran Bank Pertanian yang memberikan kredit khusus kepada para petani dengan persyaratan yang sangat mudah.
Petani kita tentu mau menjadi petani yang modern dan bertani dengan sistem usaha bukan bertani tradisional saja. Mereka mau mengelola lahannya dengan alat modern, pupuk dan bibit serta obat-obat pertanian yang tersediah, namun hal yang sangat membatasi mereka adalah keterbatasan modal. Disinilah kita harapkan peran penting BPR itu, yaitu memberikan kredit modal kerja kepada para petani tanpa agunan . Kaum yang berfikir fesimis pasti bertanya dalam hati “Mana mungkin bisa sukses ? sedangkan pakai agunan saja tidak kembali apalagi tanpa agunan”. Memang sudah sangat banyak contoh bantuan pemerintah dan kredit lunak dari pemerintah gagal, penyebab utama kegagalan ini adalah pengelolaan setengah hati antara pemerintah dan swasta. Kita bisa lihat sangat banyak sekali BPR yang berkembang pesat karena dikelola oleh orang yang profesional. Disisi lain kita harus berdayakan BUMD untuk mendukung progran tersebut. Peran BUMD disini mulai dari menyediakan fasilitas produksi, sampai pengelolaan pasca panen serta pemasaran. BUMD bisa menjadi penyeimbang harga sehingga pada saat penen harga tidak anjlok karena permainan tengkulak.
Sekarang timbul pertanyaan “bagaimana sistem kerjanya agar program tersebut bisa jalan sesuai rencana dan harapan ?. Untuk lebih jelasnya saya akan mencoba menerangkan secara singkat skim kerja sama antara petani, BPR dan BUMD. Katakanlah petani pemilik lahan mempunyai niat untuk mengelola lahannya dengan menanam jagung, namun petani tidak memiliki modal untuk membeli bibit, pupuk dan upah mengelola tanah. Petani pemilik lahan mengajukan permohonan kredit modal kerja kepada BPR dan pihak BPR mengecek kebenaran kepemilikan lahan dan administrasi lainnya, kemudian BPR memerintah BUMD untuk memberikan bibit, pupuk, obat-obat pertanian dan memerintahkan BUMD atau pengusaha penyewa hand traktor untuk mengelola lahan. Jadi dalam kerja sama ini petani tidak diberikan uang tetapi diberikan keperluan untuk berkebun jagung. Petani hanya mendapat nota barang yang bisa ditukar atau di ambil di BUMD atau toko yang sudah ditunjuk oleh BPR. Petani membayar kredit modal kerja tersebut setelah panen tiba. Hasil panen petani bisa dijual ke BUMD atau ke pembeli lain yang harganya lebih menguntungkan. Bila petani tidak serius menggarap lahannya maka BPR berkerja sama dengan BUMD berhak untuk mengambil alih usaha tersebut untuk di teruskan sampai panen kemudian hasil penjualan yang sudah dipotong dengan kredit modal kerja serta biaya pengelolaan dikembalikan kepada petani.
Dengan cara yang sangat sederhana tersebut, tentunya petani sangat terbantu sehingga petani bisa menggarap lahan-lahan yang selama ini masih banyak terbengkalai hanya dengan modal tekad dan semangat yang kuat. Secara bertahap pola bertani tradisional akan mulai bergeser atau berganti menjadi bertani dengan pola agribisnis. Selama ini kita belum pernah melihat terobosan-terobosan pemerintah disisi permodalan dan pemasaran, yang ada hanya berkutak-katik dengan bantuan pupuk gratis, bantuan bibit gratis, saat panen harga anjlok sebelum panen harga selangit. Sesungguhnya yang dibutuhkan petani itu adalah kepastian, kepastian modal usaha (bibit, pupuk, obat-obat) yang selalu tersediah, kepastian harga yang menguntungkan petani. Selama ini pemerintah belum pernah mencoba terutama memberikan kepastian pasar/harga akan produk hasil pertanian, petani di suruh menanam sebanyak mungkin setelah panen dilepas begitu saja, sehingga adakalanya setelah panen malah rugi secara ekonomis.
BUMD sebagai badan usaha milik pemerintah daerah harus bisa didesign untuk menjadi lokomotif pembangunan disisi agribisnis ini, walau tidak luput dengan motif bisnis yaitu mencari untung tapi BUMD harus bisa berperan membuat jaringan pasar untuk produk unggulan petani, menyediakan pupuk dan alat serta sarana pertanian yang harganya wajar dan terjangkau, mencari inovasi untuk memberikan nilai tambah kepada produk yang sudah ada misalnya jagung dibuat pakan ternak atau yang lainnya, memasarkan produk yang belum laku di pasar lokal, seperti belut (pelus), bipang kedurang, kerajinan batu hias, pengelolaan beras kemasan yang bermerk, dan yang lainnya.
Para pembaca yang budiman dalam tulisan singkat ini saya hanya mencoba memberikan inspirasi bagi para pemimpin sebagai bahan untuk mencari ide mengenai persoalan mendasar para petani dan bagaimana cara membantunya, memang kita sadari disamping persoalan di atas masih banyak lagi persoalan yang ada diantaranya semakin sempitnya lahan pertanian dibanding dengan pertambahan penduduk, jalan-jalan produksi yang sangat buruk bahkan tidak ada, irigasi yang tidak berfungsi secara baik. Semoga pemerintah dapat mencari alternatif-alternatif baru yang bisa mengatasi permasalahan para petani ini. Silahkan kunjungi www.gusnan-mulyadi.blogspot. com. (penulis adalah alumi FE UNIB).
Minggu, 07 Juni 2009
RAIH KESUKSESAN DARI CACIAN DAN KESULITAN

Oleh: Gusnan Mulyadi, SE. MM
Begitu susah hidup kami ini, walau kami sudah kerja keras membanting tulang, namun hidup ini tidak pernah membaik, harga hasil pertanian tidak sesuai harapan, pupuk, bibit dan sarana pertanian sangat susah mendapatkannya kalaupun ada harganya sangat tinggi dan tidak terjangkau, belum lagi, ditambah lagi lahan pertanian yang semakin sempit, irigasi yang tak bisa mengalirkan air dengan baik. Kami mau kerja, kami mau berusaha, kami tidak mau jadi pengangguran seperti ini tapi apalah daya kami anak-anak muda tidak bisa berbuat apa-apa. Cukup banyak diantara mereka menghubungi saya “Dang tuapau lukak, pacak ndiak bantu kami, ndiak ngapau kerjau apau gila”, sedih kita bila turut memahami kesulitan yang mereka rasakan.
Lantas saya teringat kata-kata bijak yang “janganlah berpangku tangan mengharapan bantuan orang lain sebab yang bisa membantu kita hanyalah kita sendiri”. Mengenang perjalanan di tengah masyarakat beberapa waktu lalu, saya sering sekali bercerita soal keledai tua. Selama ini cerita ini sangat memberikan dorongan motivasi bagi saya, saat saya berada dalam keterpurukan saya selalu bisa keluar dari kesulitan karena semangat itu sangat kuat sehingga membuat saya tiada lelah dan berputus asa, jatuh bangkit berlari kembali. Melalui tulisan ini saya mencoba untuk berbagi nilai-nilai yang terkandung dalam cerita ini.
Alkisah ada seorang petani yang memiliki seekor keledai tua. Suatu hari keledai tua milik petani itu masuk sumur tua. Keledai tua tersebut menjerit-jerit berbunyi sekeras-kerasnya, dengan harapan ada yang mendengar dan menolongnya untuk keluar dari dalam sumur tersebut. Sayup-sayup suara keledai tersebut terdengan dengan petani pemilik keledai tersebut. Kemudian petani tersebut mendekati sumber suara, betapa terkejutnya sang petani setelah dia lihat kedalam sumur ternyata keledainya terperosok kedalam sumur tersebut. Si petani berfikir bagai mana untuk mengeluarkan keledai tersebut, sambil mencari akal diapun menceritakan kepada para tetangganya bahwa keledainya masuk sumur. Setelah berdiskusi dengan beberapa orang tetangga dan tidak ditemukan cara untuk mengeluarkan keledai tersebut, maka diputuskan untuk menguburnya hidup-hidup.
Dengan bergotong royong petani dan para tetangganya mulailah mengubur keledai tersebut, semua yang ada dimasukan kedalam sumur dengan harapan sang keledai segera terkubur, tanah dan batu sekop demi sekop, cangkul demi cangkul di tibunkan kedalam sumur, daun dan rumputpun di masukan kedalam sumur. Sang keledai menjadi bingung kalau mau kasih makan kenapa daun dan rumputnya bercampur tanah dan batu, dalam kebingungan karena tanah dan benda lainnya semakin banyak menimpa tubuh dan kepala sang keledai sehingga menumpuk di badannya, dengan reflex sekuat tenaga keledai itu mengoyangkan badannya sehingga semua tanah dan benda yang ada dibadannya jatuh kedasar sumur. Begitulah secara berulang ulang dengan tidak mengenal lelah setiap tanah dan benda yang menumpuk dibadannya selalu saja dibuangnya dengan menggoyangkan badannya sekuat tenaga.
Semakin lama petani dan tetangganya semakin bersemangat untuk mengubur keledai tersebut, tiada terasa sudah cukup banyak tanah, batu bahkan jiblab dan kain pelikat dan tanci recehan dimasukan dalam sumur, namun selalu saja sang keledai buang dan injak-ijak dan tampa terasa air sumur sudah mengering, dan permukaan sumur semakin dekat. Sehingga suatu saat permukaan sumur sudah sangat rendah karena timbunan tanah dan benda-benda lainnya, dengan langkah santai keluarlah sang keledai tua dari dalam sumur itu, tampa kurang satu apapun. Para petani sangat terkejut melihat sang keledai keluar kerena mereka fikir sang keledai sudah mati terkubur didalam sumur.
Para pembaca yang budiman! . Ada beberapa pelajaran bijaksana yang dapat kita tarik dari kisah sang keledai tadi.
Pertama; Kita harus bijak dalam bersikaf saat ada permasalahan menimpa kita, jangan berputus asa dan berburuk sangka. Sang keledai saat mau dikubur dia tidak marah, bahkan hinaan, cacian, serangan yang dilakukan orang untuk mengubur dia, malah dia jadikan kesempatan dan modal untuk keluar dari dalam kesulitan dan keluar sebagai seorang pemenang dalam perjuangan kehidupan yang sangat berat. Dalam kesulitan pasti ada kesempatan.
Kedua ; Jangan terlena dengan pemberian dari orang lain bila kita sendiri tidak berusaha keras untuk mendapatkannya. Apabila sang keledai terlena dengan daun dan rumput yang di lempar para petani maka dia akan makan sepuasnya dan sekenyang-kenyangnya sehingga dia terlena dan tidak berusah untuk keluar dari dalam sumur tersebut padahal niat mereka memberi daun dan rumput tidak lebih hanya untuk mengubur mereka hidup-hidup. Sang keledai sungguh bijaksana seluruh pemberian itu di terima namun di injak-injak untuk dijadikan modal keluar dari sumur. Maknanya jangan terlalu berharap dan bergantung diri kepada orang lain karena hanya kitalah yang dapat meruba nasib kita.
Ketiga; Kadang-kadang tujuan yang diharapkan itu terlihat samar dan tidak jelas, begitupun sang keledai dia tidak tahu bahwa perjuangan kerasnya mengoyangkan badan tiada mengenal lelah akan berbuah baik atau buruk, yang jelas usaha itu dilakukan dengan ikhlas dan tulus tanpa mengenal lelah, tekad kuat di dalam hati bahwa dia tidak boleh mati. Allah maha mengetahui, tanpa diketahui dan direncanakan perjuangan sang keledai sudah membuat dia menjadi pemenang dan keluar dari kesulitan yang sangat besar. Berjuanglah ikhlas sekuat tenaga berlandaskan niat tulus dan ikhlas, yakin Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita semua.
Keempat ; Setiap kehidupan ini adalah sebab dan akibat sang keledai masuk sumur diakibatkan dia tidak hati-hati, sedangkan niat buruk petani untuk mengubur sang keledai adalah penyebab bagi keledai untuk berbuat yang terbaik sehingga mendapat akibat yang terbaik dikemudian hari. Tergantung kita mau jadi penyebab atau akibat , kalau kita menjadi penyebab berarti kita selalu berperan aktif, inovatif dan kreatif dalam setiap langkah kehidupan agar hidup kita lebih baik kedepan, namun bila kita menjadi akibat berart kita membiarkan diri kita larut dalam kemalasan raga dan fikiran, membiarkan diri kita larut dalam hal-hal yang tidak berguna membiarkan diri kita tertinggal dan tergilas roda perubahan zaman. Jadikanlah setiap kesulitan sebagai penyebab kita untuk berjuang lebih keras dalam meraih kesuksesan.
Kelima. Disisi petani dan kawan-kawan harus diingat bahwa setiap niat buruk walau dibungkus dengan kebaikan yang berpura-pura pasti akan membuahkan hasil yang tidak menyenangkan. Kita sudah membuktikan bahwa sudah sekian banyak kita melakukan pemberian yang tidak tulus bahkan untuk mengelabui dan menipuh beberapa gelintir orang berakibat merugikan diri sendiri. Sudah sekian banyak uang dan barang kita berikan dengan tujuan ada udang di balik batu, yang akhirnya hanya memperoleh kesia-siaan belaka.
Para pembaca yang budiman! Jangan pernah berputus asa disetiap memerima atau mendapat kesulitan, karena setiap manusia pasti akan selalu diuji dengan setiap kesulitan. Kesulitan merupakan anak tangga yang harus selalu kita lewati agar kita bisa menjadi dewasa dan bisa naik ditangga kesuksesan.
Sebuah intan berlian tidak akan bisa menjadi batu permata berharga bila dia tidak bersediah dihimpit dalam perut bumi dengan panas yang sangat luar biasa dan sanggup dipotong, dibelah dan diasah sehingga menjadi permata yang indah.
Seekor kupu-kupu tidaklah akan menjadi begitu cantik dan indah bila dia tidak bersediah menjadi kepopong yang dipasung dalam sangkar yang sempit dan berpuasa sekian lama.
Sebuah pedang yang gagah, berwibawa dan indah tidaklah akan pernah ada bila tidak sanggup dibakar, dipukul dan di tempa. Seorang Sukarno tidaklah akan pernah menjadi Bapak Bangsa bila tidak sanggup keluar masuk penjarah.
Demikianlah seterusnya, setiap masalah dan kesulitan pasti selalu membawah sejuta makna, maka janganlah menghindar dari kesulitan tapi hiruplah kesulitan itu jadikanlah dia tenaga yang memenuhi dada untuk dibakar mejadi semangat meraih kesuksesan. . “Susungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (QS. ArRa’d 11) Silahkan kunjungi www.gusnan-mulyadi.blogspot. com. (penulis adalah alumi FE UNIB) Salam sukses selalu
MAU JADI PENGUSAHA ? CUKUP MODAL DENGKUL

Oleh : Gusnan Mulyadi, SE. MM.
Kalau saya bertanya kepada semua orang “maukah anda jadi pengusaha kaya?”, Maukah anda punya mobil Hummer, Vila di Puncak, Apartement di Singapore, rumah mewah di Pondok Indah, deposito banyak, istri secantik Agnes Monica atau yang cewek dapat suami seganten Ariel peterpan (ini untuk yang single loh), punya pohon uang yang selalu berbuah. Saya yakin jawabnya pasti “mauuuu-mau-mau, demi langit dan bumi saya berani bersumpah bahwa saya mau jadi pengusaha kaya, hahaha”. Lantas saya tanya lagi “mau jadi pengusaha apa?” pasti ada yang jawab “nah ! itu dia saya sendiri bingung”. Itulah yang susah sebab sampai saat ini belum ada pengusaha yang jualan bingung, orang tidak mau membeli bingung. Lantas saya tanya lagi “bagai mana cara memulainya?”. Jawabnya pasti “bingung,bingung,bingung”. Bagai mana dengan modalnya ? jawabnya pasti “bingung,bingung,bingung, pusssiiinnnnggg” itupun sudah memegang kepala yang sudah enyut-enyutan. Kemudian saya kasih solusi mau saya utangi tapi kalau bangkrut kamu masuk penjara ! Si bingung menampar kepala sambil berteriak “aduh mati kitau”. Tamatlah sudah nasib si bingung, usaha lum dimulai diau la mati, hehehe.
Itulah gambaran singkat keadaan masyarakat kita yang ingin sukses tapi tidak bisa bagai mana cara mencapainya. Yang jelas tidak ada yang gratis didunia ini semua kesuksesan harus dibayar mahal dengan keuletan, ketekunan, buang gengsi, kerja keras, berfikir keras, jangan putus asa, jangan takut gagal,belajar, belajar, belajar sampai mati dan yang paling penting mulailah sekarang. Anak muda mulailah sekarang karena sebentar lagi mau berkeluarga, para pejabat dan PNS/swasta mulailah sekarang karena masa pensiun segera tiba, yang sudah tua mulailah sekarang sebab sebentar lagi akan berpisah dengan dunia. Namun memulai suatu usaha sama persis mau naik kepuncak gunung, kita selalu bermimpi alangkah enaknya bila saya sudah berada dipuncak gunung pasti udaranya sejuk pemandangan indah seperti di surga. Mimpi itu sudah benar karena mimpi itulah yang akan membawah kita ke puncak kesuksesan, jangan takut bermimpi karena mimpi tidak perlu bayar. Sebelum saya lanjutkan bagai mana memulai usaha tampa modal, saya teringat dengan suatu kisah.
Alkisah, ada seorang pemuda yang ingin sekali mendaki gunung karena dia mendengar khabar bahwa dipuncak gunung itu indah sekali seperti di surga, di sana banyak anggur liar yang manis-manis, air hangat tempat berendam, pemandangan yang sangat indah saat terbit fajar dan saat matahari tenggelam serta melihat bintang seperti bisa diraih dengan tangan. Kemudian berangkatlah pemuda tersebut dengan membawah bekal secukupnya dengan penuh semangat dan selalu membayangkan keindahan puncak gunung. Pada saat mulai menaiki lereng gunung si pemuda bertanya kepada bapak tua penunjuk jalan yang memang tinggal di situ, “pak lewat mana kepuncak agar lebih enak dan gampang?.” Tanya si pemuda. “silakan pilih sendiri bisa lewat kanan, bisa lewat tengah, bisa juga lewat kiri” jawab pak tua. “Baik pak kalau begitu saya lewat kiri saja” ucap si pemuda. Kemudian naiklah si pemuda lewat kiri. Sudah seperempat perjalanan si pemuda mulai mengerutu dalam hati, aduh kalau tahu jalannya banyak duri seperti ini tentu aku memilih jalan yang lain, aku tidak sanggup jalan ini tangan dan kakiku sudah berdarah, saya balik dan pilih jalan lain saja gumamnya dalam hati dan baliklah si pemuda menemui pak tua. “Pak saya tidak sanggup lewat kiri banyak sekali durinya, saya lewat tengah saja pak” ujar si pemuda. “Silahkan nak, hati-hati” ucap pak tua. Kemudian si pemuda kembali menelusuri jalan tengah dengan kembali semangat. Belum berapa lama si pemuda dengan wajah lesu kehilangan semangat kembali kepada pak tua “pak saya tidak tahan pak sungguh tidak sanggup, jalannya terjal dan batunya tajam-tajam” kelu si pemuda sambil menurunkan barangnya dan duduk dekat pak tua. “Pak mohon bantu saya jalan mana yang paling mudah dan gampang untuk sampai kepuncak” tanya si pemuda kepada pak tua. Anak ku ketahuilah bahwa untuk mencapai kepuncak gunung itu tidak ada yang gampang dan mudah semua jalan sulit dan berliku, jalan di sebelah kanan yang belum engkau laluipun sangat licin dan jauh, kalau engkau benar-benar ingin sampai kepuncak laluilah jalan itu dengan senang hati, jangan mengeluh, nikmati setiap tantangan yang ada, jadikan itu sebagai vitamin penambah semangat agar engkau tetap semangat sampai kepuncak dan dapat menikmati keindah saat dipuncak. Mendengar nasehat pak tua bangkitlah semangat juang si pemuda tanpa berfikir pajang dia kembali naik kepuncak tanpa memilih jalan mana, yang penting harus,harus,harus, pasti, pasti,pasti sampai kepuncak tekadnya dalam hati. Si pemuda terus melangkah, langkah demi langkah dan selulu siap menghadapi resiko disetiap langkahnya, hingga sampailah ia ke puncak.
Pembaca rasel yang budiman!. Memang tidaklah gampang untuk meraih kesuksesan, perlu tekad kuat dan kerja keras untuk memulainya. Takad yang kuat untuk keluar dari belenggu kemiskinan adalah modal dasar utama untuk meraih kesuksesan. Untuk memulai menjadi pebisnis bukanlah modal uang yang di perlukan tapi modal semangat, tekad, mau belajar, buang sombong dan gengsi, lantas mulailah bisnis sesegera mungkin dengan modal dengkul. Saya tahu para pembaca pasti mengatakan dalam hati “Ah itu Cuma teori, mana mungkin bisnis tampa modal, bohong,bohong”. Saya mengatakan teori ini benar-benar bisa di laksanakan dan ini sudah saya laksanakan. Salah satu contoh, saat saya mau bisnis buku dan alat pendidikan. Saya bukan penerbit dan tidak punya uang untuk beli buku yang jumlahnya milyaran rupiah, di satu sisi saya cukup banyak kenal beberapa kepala sekolah dan orang-orang yang membutuhkan buku. Langkah pertama saya datangi dan tanya beberapa kelompok kepala sekolah, buku apa yang mereka butuh dan apa syaratnya agar mereka mau beli sama saya. Setelah saya mendapat informasi lengkap, kemudian saya hubungi beberapa penerbit di Jakarta. Saya katakan dengan mereka bahwa saya butuh buku dan alat pendidikan cukup banyak dan mau beli sama anda, dengan syarat bisa ngutang dan discountnya besar, lantas mereka bilang ok dengan syarat ada order dari sekolah dan ada jaminan boleh bank garansi atau sertifikat atau giro mundur. Saya suruh direktur saya tanda tangan kontrak dan memberikan cek mundur senilai harga kontrak. Tidak lama buku dikirim dan saya mendapatkan pembayaran lunas dari pembeli, uang pembayaran saya bayarkan kepabrik dan untungnya saya simpan, jadilah bisnis bermodal dengkul. Demikian juga saat saya mencharter pesawat terbang (Adam Air) untuk menerbangi Jakarta-Bengkulu-Jakarta walau saya mengeluarkan uang cukup besar namun karena kepercayaan saya bisa membayar dibelakang setelah saya menjual tiket pesawat tersebut.
Itukan kan karena anda sudah punya jaringan luas, kalau saya tidak punya apa-apa begini bagai mana bisa? Itukan pertanyaan pembaca. Saya jawab bisa asal mau. Kita ambil contoh jualan kelapa bakar seperti warung makan saya. Kita jualan kelapa bakar di sekolah-sekolah. Kebun kelapa tidak ada, modal tidak ada tapi mau jualan apa bisa ?. Bisa! Caranya; temui yang punya kebun kelapa janjikan akan bayar lebih mahal 50 % dari harga pasar bila jual kelapa muda dengan anda, tapi syaratnya dibayar bila sudah terjual, kalau tidak ada yang mau cari sampai ada yang mau. Berarti anda sudah punya modal yaitu kelapa mudah, tinggal mencari modal dan alat untuk jualan. Untuk jualan kelapa bakar kita butuh gelas 10 buah pasti ada dirumah, ember tempat air pasti ada, termos es tempat air kelapa (ngutang atau pinjam atau sewa), gula 1 kg Rp. 8.500,- (ngutang) , susu kental manis 1 kaleng Rp. 8.000,- (ngutang). Kemudian cari kayu bakar dipasar bawah dan bakar kelapa muda tersebut sampai matang. Pagi-pagi sewa ojek minta antar ke dekat sekolah (ngutang lagi bayar saat pulang). Kemudian mulailah berjualan kelapa bakar satu gelas Rp. 2.500,- per gelas. Untuk satu buah kelapa muda bisa sampai lima gelas kelapa bakar, berarti satu buah kelapa bakar bisa menghasilkan Rp. 12.500,- . Kalau seandainya satu hari laku 20 buah kelapa berarti 20 X Rp. 12.500,- = Rp.250.000,- pengasilan kita perhari. Sedangkan modal kelapa perbuah Rp. 2.000,- X 20 = Rp.40.000,-, Susu dan Gula Rp. 16.500,- Ongkos ojek Rp.20.000,- lain-lain Rp. 20.000,- jadi harga pokok kita Rp. 96.500,- jadi keuntungan perhari 250.000 – 96.500 = Rp. 153.500,- perhari, kalau satu bulan 26 hari sekolah maka total menjadi Rp. 3.991.000,- perbulan (kalau kita gaji karyawan Rp. 1 jt perbulan berarti kita masih punyak untung Rp. 2.991,000,- . Ya! Kalau Cuma Rp.2.991.000,- kapan bisa kayanya. Itukan baru satu sekolah kita hitung aja berapa sekolah di daerah anda, anggaplah kita buka di 20 sekolah saja, jadi 2.991.000 X 20 = Rp. 59.820.000, - perbulan, kalah gaji bupati atau gaji ketua DPRD. Masih mau jadi PNS atau anggota dewan, pilihan terserah anda, ini aneh tapi nyata.
Nah! Sekarang tergantung dengan anda mau memulai atau tidak. Sekali lagi tidak ada jalan yang gampang untuk sukses tapi yakin setiap orang pasti bisa sukses. Ingat seorang Bob Sadino yang kaya raya mulainya berjualan telor keliling, seorang Fadel Muhammad Gubernur Gorongtalo, masa SMA nya berjualan goreng pisang, Kolonel Sanders pemilik KFC pensiunan tentara yang berjualan keliling menjajahkan ayam goreng, hingga sampai menjadi raja ayam goreng dunia. Mulailah dari sekarang, mulailah dari diri sendiri, mulailah dari apa yang ada, mulailah dari yang kecil-kecil. Saya memang belum sukses tapi saya siap berbagi pengalaman dengan anda dan siap bermitra dengan anda, masih sangat banyak peluang yang bisa kita garap. “Susungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (QS. ArRa’d 11) Silahkan kunjungi www.gusnan-mulyadi.blogspot. com. (penulis adalah alumi FE UNIB)
Rabu, 13 Mei 2009
GURU KENCING BERDIRI, MURID.....?
Oleh : Gusnan Mulyadi, SE. MM
Saya sedang di berada di Jakarta pada saat pada tanggal 21 April 2009 kemarin issue di internet merebak tanpa terkendali “Dugaan pembocoran soal 16 kepala sekolah dan 9 guru fisika Bengkulu Sekolah di tangkap Polisi” . Saya belum begitu percaya dengan issue tersebut walau dengan kecanggihan teknologi saya dapat memantau perkembangan itu menit demi menit dari gengaman. Saya kembali terhenyak ketiga Koran Tempo tanggal 12 April 2009 memuat berita “Polisi Sidik Dugaan Pembocoran Soal Di Bengkulu”, saya kembali terhenyak ternyata benar. Kemudian komentar diskusi jarak jauh dengan Facebook (internet) masih tetap hangat “Wah itu menang guru gak bener, Ini salah sistem pendidikan, Ini akibat standarisasi UAN yang tidak adil”. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Lantas saya berfikir apakah yang salah dengan kasus ini, ini pasti ada yang salah. Kemudian saya teringat dengan tulisan saya beberapa waktu yang lalu juga pernah dimuat di harian kebanggaan saya ini “Radar Selatan” yaitu “Potret Buram Pendidikan VS Masa Depan Jaya” .
Salah satu bahasannya yaitu ; Kegagalan pendidikan ini bukanlah merupakan kesalahan guru semata namun seperti saya uraikan tadi kesalahan paling mendasar adalah kekeliruan paradigma pendidikan yang mendasari keseluruhan penyelenggaran sistem pendidikan (dikotomi). Kedua, masalah lainnya, yaitu berbagai problem yang berkaitan aspek praktis/teknis yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, seperti : (1).Rendahnya sarana fisik, karena pemerintah lebih mementingkan proyek-proyek mercusuar. (2). Rendahnya kualitas guru, karena rendahnya kepedulian pemerintah untuk memberikan biaya pendidikan dan pelatihan-pelatihan motivasi, keterampilan, Imtaq kepada para guru. (3). Rendahnya prestasi siswa, dikarenakan kurang sarana-prasarana serta fasilitas pendidikan dan rendahnya kualitas guru, tidak adanya terobosan dari pemerintah untuk menambah jam belajar, matapelajaran lokal dan gaji/honor kelebihan jam mengajar. (4). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan karena pembangunan yang tidak merata dan dalam serta lebarnya jurang pemisah antara Sikaya dan Simiskin. Saya yakin, tekad baja, niat tulus dengan segenap keikhlasan yang dilandasi kejujuran dan kecintaan terhadap profesi, seorang guru tidak pernah mengeluh dalam melaksanakan jihad memberantas kebodohan di negeri ini. Makanya saya sangat sedih, saat hinaan, fitnah, cacian yang dialamatkan kepada guru karena gagalnya pendidikan dinegeri ini. Mereka berkata “Pendidikan ini hancur dan gagal karena kesalahan guru”. Saudaraku tercinta ! Semoga Allah memberikan kesabaran kepada kita semua Amin. (www.gusnan-mulyadi.blogspot.com)
Nah sekarang apa hubungannya antara persoalan di atas dengan kebocoran soal yang terjadi dan sudah menjadi isu nasional ini. Mari kita urai benang merahnya. Tujuan seorang guru tidak ada lain dan tidak bukan hanya untuk melihat anak didiknya berhasil dengan prestasi yang membanggakan. Untuk mencapai tujuan tersebut lantas si guru berfikir bagai mana caranya agar si murid bisa sukses dan berhasil pada saat ujian nasional tahun 2009 ini. Kenapa si guru berkeinginan keras agar anak-anak didiknya berhasil ?. Jawabannya ya itu di atas tadi “yang menjadi kambing hitam kegagalan pendidikan selalu saja guru”, salah satu bukti yaitu saat kasus kebocoran soal ini para pejabat pemerintah selalu memojokan guru dan menyalahkan guru, tanpa bertanya kenapa hal ini terjadi. Saya baca di www.rakyatbengkulu.com malah pemerintah segera akan melakukan pemecatan mereka sebagai kepala sekolah, sangat ironis. Pernahkah pemerintah atau pemimpin bertanya ke mereka kenapa melakukan itu ?, sadarkah parah pemimpin bahwa kalau tingkat kelulusan rendah maka pemerintah atau pemimpin selalu menyalahkan guru, ini benar-benar menyedihkan (yaa mungkin karena saya anak guru mungkin jadi agak berfikir berbeda dengan mereka yang selalu menyalahkan guru. Karena guru tidak mau anak didiknya gagal sebab kalau itu terjadi maka guru kena sumpah serapah, maka mereka nekad melakukan tindakan tidak terpuji dengan membocorkan soal. Saya berkata begitu karena saya yakin mereka yang melakukan itu bukan untuk mencari uang, kalau mereka mencari uang maka tidak mungkin dibahas bersama dan pasti mereka memberikan kepada anak orang kaya.
Sekarang coba kita lihat lebih jauh lagi, ujian nasional adalah ujian yang dilakukan dengan standar nasional, jadi menurut saya sangat tidak adil sekali kalau kita harus menyamakan kemampuan murid di pulau Jawa dengan murid di Bengkulu Selatan. Beberapa perbedaan yang sangat mendasar antara lain ; 1). Fasilitas pendidikan di pulau Jawa jauh lebih baik dari Bengkulu Selatan, 2). Tingkat penghasilan lebih tinggi sehingga orang tua lebih bisa memberikan pelajar tambahan / les atau memberikan buku-buku bahkan komputer internet untuk anak-anak mereka. 3). Buku dan bahan bacaan di perpustakan serta alat peraga jauh lebih lengkap di pulau Jawa di Banding Bengkulu Selatan. 3). Pendapatan Asli Daerah pasti lebih besar sehingga pemerintah mempunyai cukup dana untuk menyukseskan pendidikan, dan masih banyak lagi lainnya. Jadi menurut saya sistem standarisasi UN ini pun tidak adil. Ketidakadilan ini juga menyebabkan guru juga turut tertekan bagai mana nantinya murid-murid mereka apakah bisa lulus atau tidak. Hal ini juga mendorong para guru untuk berlaku kurang jujur, sebab sistem dan standarisasinya duluan tidak jujur.
Kita semua harus sadar bahwa kunci keberhasil suatu negara itu adalah sumberdaya manusia yang berkwalitas, SDM berkwalitas tidak akan mungkin dapat di raih bila pendidikan kita bobrol, pendidikan pasti akan bobrok apabila pemerintah tidak mengurusi dunia pendidikan ini dengan serius. Terkhusus untuk Bengkulu Selatan masih sangat banyak yang harus di benahi dan beberapa ide saya sudah saya paparkan di Radar Selatan beberapa waktu lalu. Kalaupun pemerintah dan segenap jajaran pendidikan tidak mau berkerja keras dan berfikir cerdas, maka saya yakin hal ini akan terjadi lagi.
Kembali kepada kasus pembocoran soal, jadi siapa yang salah ? Menurut saya yang salah ya institusi pendidikan dan pemerintah walau secara individu tentu tindakan guru tersebut sangat salah dan bukan solusi memperbaiki pendidikan, namun sekali lagi dalam kasus ini jangan terlalu memojokan guru, sebab yang lain juga salah. Niat guru ingin menolong murid tapi dengan jalan yang kurang terpuji. Lantas, dalam merenungi kasus ini saya teringat dengan sebuah pepetah lama “Guru Kencing Berdiri Murid Kencing Berlari, ternyata itu sudah tidak tepat untuk saat ini mungkin yang lebih tepat adalah Guru Kencing Berdiri Murid Ngencingi Guru. Lah kenapa saya berkata begitu ?. Buktinya niat untuk menolong murid tapi dengan jalan yang salah maka guru menjadi sengsara, sementara murid senang-senang saja bahkan ada sebagian orang yang mencemookan ulah guru tersebut. Saya pribadi merasa sangat prihatin terhadap para guru yang terlibat, sabar dan jalanilah semua ini dengan ikhlas guruku, apapun yang terjadi engkau tetap guru-guru terbaik di mataku, ingin aku membelah mu tapi apa dayaku. (Penulis Alumni FE UNIB silahkan baca di www.gusnan-mulyadi.blogspot.com
BALIAK BELANJU KE DUSUN LAMAU
Oleh : Gusnan Mulyadi, SE. MM
Setiap manusia mempunyai cita-cita dan harapan begitu juga dengan Kabupaten Bengkulu Selatan, cita-cita dan harapan tersebut sudah di tetapkan oleh para pendahulu pendiri kabupaten Bengkulu Selatan. Sesuai dengan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan adat istiadat serta kebiasaan maka cita-cita didirikannya kabupaten Bengkulu Selatan tergambar jelas dalam lambang daerah Kabupaten Bengkulu Selatan. Untuk menyegarkan kembali ingatan kita semua, berikut ini saya mencoba mengajak pembaca untuk kembali bersejarah “Belanju Kedusun Lamau” bagai mana cita-cita luhur pendiri Bengkulu Selatan ini .
Bintang bersudut lima, melambangkan ketuhanan yang maha esa sekaligus melambangkan pancasila. lambang lebah dengan sarangnya memiliki makna melambangkan bahwa rakyat Bengkulu Selatan dapat bekerja sama atau bergotong royong bagaikan lebah yang dipimpin ratunya dalam keikutsertaan membangun daerahnya. Keris dan rudus adalah melambangkan senjata untuk mempertahankan harga diri rakyat Bengkulu Selatan bila nilai-nilai kepribadian rakyat dilanggar sekaligus melambangkan sikap patriotisme rakyat Bengkulu Selatan. Cerana melambangkan bahwa Bengkulu Selatan mempunyai adat istiadat yang menghormati dan terhormat. Rakyat Bengkulu Selatan dalam tata pergaulan sehari-hari terhadap tamu dan teman sangat tinggi rasa cinta kasihnya. Dalam muamalat senantiasa diatur menurut adat dan sopan santun yang berlaku semenjak zaman nenek moyang. Kulintang adalah pelambang seni dan budaya rakyat Bengkulu Selatan dalam berbagai keperluan walima. Padi dan cengkeh yang memiliki arti sumber penghasilan rakyat Bengkulu Selatan yang terbesar di propinsi Bengkulu waktu itu. Untaian padi dan cengkeh, diharapkan dapat mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Bengkulu Selatan. Kemudian dari arti kiasan warna yang dipakai dalam lambang Bengkulu Selatan, hijau melambangkan bahwa Bengkulu Selatan adalah subur, pertanian dan cocok tanam merupakan usaha yang sangat potensial untuk mensejahterahkan rakyat. Kuning emas melambangkan harapan masa depan Bengkulu Selatan yang gemilang sekaligus melambangkan kemuliaan watak dan budi pekerti. Hitam melambangkan bahwa kemungkinan di balik potensi yang nyata masih banyak kekayaan alam di Bengkulu Selatan yang belum ditemukan dan memerlukan penelitian ilmiah untuk menunjang pembangunan daerah di Bengkulu Selatan. Merah melambangkan watak keberanian dan kepahlawanan rakyat Bengkulu Selatan.
Potensi tersebut sayangnya belum termanfaatkan secara optimal dan efektif, sehingga belum terwujud harapan atas kesejahteraan, kejayaan dan keluhuran hidup masyarakat Bengkulu Selatan. Saat ini sudah semakin menggema adanya tuntutan masyarakat akan tampilnya figur pimpinan yang benar-benar memahami potensi daerahnya dan mampu membawa Bengkulu Selatan pada terwujudnya cita-cita luhur tersebut.
Memang kalau kita cerna pemaparan akan cita-cita masyarakat Bengkulu selatan tersebut mungkin terlalu muluk untuk dicapai, terlalu indah untuk dibayangkan, anggapan tersebut mungkin benar apalagi selama ini cita-cita luhur tersebut bukanlah merupakan acuan dari para pemimpin untuk mengambil kebijaksanaan. Lambang segi lima yang melambangkan ketuhanan dan pancasila seolah-olah lenyap terkubur di telan modernisasi yang salah dimaknai, memang setiap masjid penuh dengan anak mengaji Iqra tapi tidak sedikit anak anak yang terjebak narkoba, sangat susah mencari anak yang menghormati gurunya. Setiap masjid selalu di ramaikan oleh jamaahnya tapi antara jamaah tetap saling bersaing tidak sehat dalam kehidupan, masih sangat banyak sekali pemeluk islam hanya paham agama tapi tidak memahami atau mendapatkan iman, pada saat hari juma’t masjid-masjid penuh dengan jamaah tapi mungkin sedikit sekali yang khusus merasakan kehadiran Allah saat sujudnya, pada bulan rahmadan setiap anak kecil orang tua diwajibkan puasa dan bila tidak puasa dianggap tidak beriman dan pengkhianat islam, tapi makna dan hakikat fitrah yang mau diraih tidak pernah di terlihat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yang miskin tetap kelaparan sementara yang lain buncit kekenyangan, para petani menjerit mencari pupuk yang lain bergembira menumpuk dan monopoli pupuk, masyarakat menyerahkan amanah kepada pemimpin baik pemerintah maupun legislatif namun mereka selalu untuk mengkhianati amanah tersebut, rakyat diberikan hak dan kewenangan untuk memilih wakil dan pemimpin tapi dengan sangat menyedihkan mereka menjual hak dan masa depan dengan uang lebih kurang Rp. 100.000,-, jadi percuma saja puasa itu kalau tidak mendapatkan fitrah.
Gambar lebah dan sarangnya yang melambangkan sifat kebersamaan gotong royong dalam kebaikan, mengambil yang halal dan membuat yang terbaik, hilang sudah, kebersamaan berganti dengan sifat mau menang sendiri dan tidak peduli dengan sesama, gotong royong dalam kebaikan berganti korupsi berjamaah dan gotong-royong untuk melakukan kezaliman.Keris dan Rudus yang melambangkan keberanian dan patriotisme berganti menjadi berani membelah yang bayar dan berjuang hanya mau kalau dikasih uang. Cerana melambangkan bahwa Bengkulu Selatan mempunyai adat istiadat yang menghormati dan terhormat sudah berganti sebagai lambang untuk mengemiskan diri kepada penguasa dan lambang gila hormat bagi penguasa. Kulintang adalah pelambang seni sudah jauh panggang dari api, pemerintah sengaja tidak pernah mengajarkan kepada murid-murid sekolah bagai mana adat istiadat, diantara 100 anak belum tentu ada 2 yang bisa menari adat, seni dendang hanya milik mereka yang sudah tua dan dikampung saja, semboyan keciak benamau besar gelar (betutugh) lenyap sudah, banyak anak muda yang tidak tahu manau Wan, manau Pak Uncu, Manau Wak Manau Mamak.
Padi dan cengkeh yang memiliki arti sumber penghasilan rakyat, Untaian padi dan cengkeh, diharapkan dapat mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Bengkulu Selatan kini hanya menjadi harapan hampa. Padi tidak bisa diharapan menjadi sumber penghidupan lagi sementara cengkeh yang dulu bisa membuat orang jadi perlente kini para pemiliknya sudah banyak yang kere.
Kemudian dari arti kiasan warna yang dipakai dalam lambang Bengkulu Selatan, hijau melambangkan bahwa Bengkulu Selatan adalah subur, pertanian dan cocok tanam merupakan usaha yang sangat potensial untuk mensejahterahkan rakyat. Mungkin kiasan warna hijau ini belum luntur sebab potensi kekayaan terpendam Bengkulu Selatan tetap setia menunggu pinangan sang pangeran pengerak perubahan. Namun yang sangat kita sedihkan silih berganti pangeran menaiki tahta raja sekundang setungguan, mulai dari bupati Baksir sampai bupati Fauzan Jamil belum ada raja bijak dambaan rakyat yang kalah perala, sayang dan bijaksana, walau kita sendiri harus berani jujur memang sudah sangat banyak jasa pembangunan yang mereka tinggalkan, tapi kalau kita bandingkan dengan daerah lain yang seumuran atau yang baru pemekaran Kabupaten Bengkulu Selatan masih jauh ketinggalan. Para pemimpinan yang ada dalam kekuasaan, mpuak sekundang ndiak setungguan, lemak cuma ngiciak tapi ndiak lemak berasan, mpuak lemak berasan segau padu, mudah-mudahan kini di tangan Cartaker Bapak Gubernur Agusrin M. Najamudin akan ada perubahan yang diharapkan jangan pulau perubahan yang nyempitkan pikiran. Kita patut bangga dengan beberapa geberakan pembangunan yang sudah dilakukan Bapak Gubernur Agusrin, mudah-mudahan ini juga beliau lakukan untuk Bengkulu Selatan.
Dengan uraian singkat yang sangat sederhana ini saya tetap berharap kepada segenap rakyat Bengkulu Selatan, Pemerintah dan Legislatif (Anggota Dewan) agar kita semua kembali dapat membelokan arah bahtera tujuan pembangunan sesuai dengan cita-cita awal yaitu menuju dermaga kesejahteraan para penumpangnya yaitu rakyat Bengkulu Selatan yang sejahtera lahir dan bhatin. Apalagi kini sudah banyak ragam perubahan, lambang Kulitang yang melambangkan adat istiadat dalam kehidupan sudah bertambah dengan Tambur Padang dan Gamelan Jawa dengan tari indah Tor-tor Sumatera Utara, demikian juga soal agama yang berbeda jangan dijadikan penyebab untuk berbeda tapi jadikanlah penyebab untuk tenggang rasa berkerja sama untuk membangun daerah.
Jak di ulu ndak ke Mannak, Jalan melintas bukit barisan, La rindu kami ngan adiak-sanak, Jadi terobati dengan tulisan. (Penulis Alumni FE UNIB silahkan baca di www.gusnan-mulyadi.blogspot.com)
Rabu, 29 April 2009
LISTIK OH LISTRIK, MUNGKINKAH DEWA PETIR ITU AKAN DATANG ?

Beberapa waktu yang lalu saya sangat kagum saat membaca majalah SWA yang mengupas tentang PT. PLN Batam. Dari sanalah saya tahu bahwa PT. PLN Batam itu adalah perusahaan mandiri yang terlepas dari manajemen PLN Pusat. “PT. PLN Batam Raih ISO 9001: Sertifikat ISO 900:2000 itu sendiri adalah sebuah sertifikasi standar manajemen mutu yang dikeluarkan oleh badan sertifikasi Internasional untuk standar mutu. Sertifikasi ISO 9001:2000 diberikan kepada perusahaan atau lembaga yang sudah melakukan standarisasi mutu, sesuai dengan standar pelayanan mutu yang diakui secara Internasional. sehingga pelanggan semakin puas dengan pelayanan yang diberikan oleh PLN Batam” di kutip dari (www.plnbatam.com). Dari kutipan tersebut tampak jelas bahwa standarisasi pelayanan PLN Batam sudah standar internasinal. Keberhasilan PLN Batam ini juga merupakan kerja keras Pemda Kota Batam berkerja sama dengan PLN Batam. PT. PLN Batam bukan hanya satu-satunya PLN mandiri di Indonesia.
Namun di sisi lain, hati saya sangat sedih karena hampir setiap hari di Harian Rakyat Bengkulu, Bengkulu Ekpress, Radar Selatan dan jaringan internet www.facebook.com, Yahoo! Messenger, masyarakat dari tanah kelahiranku Bengkulu Selatan mengeluh karena listrik selalu mati. Bermacam-macam keluhan, mulai dari ungkapan rasa kesal sampai cacian dan makian. Saya sendiri dapat merasakan betapa sakitnya masyarakat, apa lagi saat ini anak-anak sekolah sedang menghadapi ujian nasional dan sebentar lagi UAS. Masa depan anak-anak kita terkorbankan karena listrik mati. Kalau kita sendiri selaku orang tua sudah tidak peduli dengan masa depan anak-anak ini, lantas bagaimana nasib negeri kita ini, bagaimana nasib kita sendiri, bukankah kita butuh anak-anak kita di hari tua kita?.
Kalau melihat dua permasalahan di atas tadi lantas pertanyaan kita “apakah bisa listrik Bengkulu Selatan seperti Batam ?”. Tentu jawabnya TIDAK BISA kalau sama persis sebab ruang dan waktu yang berbeda, di Batam banyak industri dan Batam bisa menjual listrik ke negara tetangga Singapore dan Malaysia, namun Bengkulu Selatan pun bisa listriknya normal dan mandiri disisi kepembangkitan apabila dikelola dengan serius dan ditangan orang yang berilmu. Nah sekarang pertanyaan kita ; Bagaimana cara mengelolanya? Apa ilmunya ?. Memang benar daging sapi yang kwalitas terbaik tidak akan mungkin bisa menjadi rendang yang lezat bila tidak di olah dengan resep terbaik dan koki yang terbaik, itu sudah pasti. Untuk mengelola kelistrikan daerah tentu juga begitu.
Bagaimana cara mengelolanya?. Khususnya untuk energi listrik di Bengkulu Selatan ini yang harus mengelolanya adalah Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan bersama-sama dengan PLN Bengkulu Selatan (seperti Batam). Caranya duduk bersama dan harus ada saling keterbukaan serta tidak boleh saling menyalahkan. Benar secara hak dan kewewenangan PLN yang punya namun yang membutuhkan listrik itu adalah masyarakat Bengkulu Selatan, jadi Pemkab Bengkulu Selatan juga harus bertanggung jawab terhadap kebutuhan masyarakat ini. Antara Pemerintah dan PLN jangan saling lempar tanggungjawab kasihan rakyat yang terkorbankan. Sekali lagi cara mengelolanya adalah dengan kerja sama saling keterbukaan bukan saling menyalahkan.
Apa ilmunya ? Memang benar bagi mereka yang tidak menguasai permasalahan dan ilmu untuk mengatasinya akan menjadi bingung, wajar orang tidak mengerti pasti bingung. Begitu juga dengan pengalaman yang lalu saat saja mengusung program normalisasi listrik paling lambat 90 hari. Hampir semua orang mencemooh saya, tidak mungkin, tidak mengerti perencanaan, dari mana dapat uangnya, omong kosong, anak kecil, jangan mau dibohongi, menipu masyarakat, itulah kata-kata yang di alamatkan kepada saya. Saya selalu tersenyum bila mendengar cemoohan itu, saya cuma berkata dalam hati “saudaraku engkau belum tahu ilmunya maka engkau berprasangka buruk, aku maklum”. Kalau pun seandainya saat itu ada orang yang bijaksana tentu bukan cemoohan yang di sampaikan, saya akan sangat senang bila mereka mengeritik sehat dan berdialog dengan ku, bukan hanya berkata dari jauh, bagaimana caranya kalau memang itu bisa, pasti saya akan membantu pemerintah untuk mewujudkannya, tapi saya tidak berkecil hati walau sampai saat ini masih banyak orang yang masih berfikiran negatif atas ide saya untuk mengatasi krisis listrik ini, sudah berganti Bupati krisis listrik belum juga terselesaikan, sementara uang rakyat dalam bentuk APBD tidak kurang dari Rp. 400 M. Kalaupun mereka punya niat dan saya pasti membantu maka listrik Bengkulu Selatan pasti sudah normal sekitar bulan Pebruari kemarin. (maaf saya tidak kecewa karena tidak terpilih, tapi saya sedih Pemda mengeluarkan uang Rp. 5 s/d 6 M saja tidak mau demi untuk kepentingan masyarakat / rakyat yang dia pimpin).
Untuk mengatasi krisis listrik di Bengkulu Selatan tentu ada ilmu dan caranya. Jangka Pendek; Masyarakat sesungguhnya sudah lelah menunggu listrik normal, maka tidak ada pilihan, kita harus mencari cara untuk mengatasi krisis listrik ini dan dalam jangka waktu pendek ini listrik harus sudah normal. Satu-satunya jalan untuk jangka pendek kita harus mendatangkan pembangkit listrik tenaga Deisel (genset). Kalau kita anggap bahwa kekurangan khusus Bengkulu Selatan saja sekitar 2.500 Kwh, maka kita butuh 6 unit genset dengan kapasitas 500 Kwh. Sedangkan harga 1 unit genset 500 Kwh itu berkisar paling mahal Rp. 1 M jadi untuk 6 unit genset menjadi Rp. 6 M. Harga yang sangat murah bila kita bandingkan dengan kerugian moril dan materil seluruh masyarakat Bengkulu Selatan dengan listrik selalu mati, apalagi kalau kita konversikan dengan kerugian akan masa depan anak-anak kita yang butuh listrik untuk belajar malam. Saya secara pribadi bisa membantu Pemerintah Bengkulu Selatan dengan memberikan hutangan, silahkan bayar 50 % dulu dan sisanya bayar kemudian. (hehehe.... maaf bukan promosi tapi ini untuk Bengkulu Selatan tercinta sebab aku ndiak pacak ngejuak kain pelikat dan jilbab apaulagi tanci politik, cuma luak ini carau aku nolong adiak sanak). Saya secara pribadi sangat meragukan kemampuan genset dari Tugu Mulyo Linggau yang memang dialokasikan PLN Palembang untuk Bengkulu Selatan itu, sebab itu unit sudah sangat tua, pasti jalanautu la bungkuak. (Ops...jangan tersinggung).
Jangka Menengah ; untuk solusi jangka menengah salah satu pilihan yang tepat adalah membantu dan memberikan kemudahan kepada pihak PLN untuk membangun jaringan SUTET antara Manna - Lahat/Pagar Alam, sehingga nantinya listrik Kabupaten Bengkulu Selatan dan sekitarnya sudah masuk jaringan terpadu interkoneksi sumatera. Disamping itu, kita harus mendukung percepatan pembangunan PLTMH di Air Nipis yang katanya sudah mulai di bangun itu.
Jangka Panjang ; Pemerintah Bengkulu Selatan harus berfikir bahwa Bengkulu Selatan harus bisa mandiri secara energi kelistrikan. Memang pertanyaannya mengapa harus mandiri dan apakah itu bisa ?. `Ada beberapa syarat untuk menuju kemajuan suatu daerah antara lain ; 1). Sumber Daya Manusia yang maju dan trampil tersedia, ini bisa dididik dan dilatih. 2). Pelabuhan laut dan udara yang mendukung – Bandara Fatmawati Sukarno dan Pulau Baai Bengkulu 3). Sarana transportasi darat yang murah (Rail Way/Kereta Api) sementara bisa menggunakan truck. 4). Power plant (electric) sumber pembangkit listrik, belum ada. Kalau kita melihat beberapa persyaratan mendasar untuk memajukan suatu daerah di atas tadi maka tidak ada tawar-menawar bahwa pembangkit listrik yang tersedia harus mendukung. Kalau kita lihat kenyataan sekarang maka Bengkulu Selatan jauh panggang dari api, listrik untuk kebutuhan rumah tangga saja tidak cukup apalagi untuk industri. Contoh kecil kita ambil, seandainya kita mau membuat produksi perikanan pasar bawah dan sekitarnya meningkat, kita akan terkendala dengan tidak tersedianya cool storage dan tidak akan bisa membangun cool storage bila listrik tidak ada. Satu lagi bila kita ingin meningkatkan pengahasilan petani padi, tentu kita harus membangun sebuah Rice Milling Unit (RMU) yang modern di mana pada RMU tersebut harus ada dryer dan langsung mesin packaging, untuk itu diperlukan listrik yang cukup besar. Sekali lagi tidak akan maju suatu daerah bila power plant –nya tidak mendukung. Inilah salah satu alasan bahwa Bengkulu Selatan harus bisa mandiri di bidang sumber daya energi kelistrikan ini.
Pertanyaan berikutnya apakah bisa ?. Jawabannya pasti bisa. Bengkulu Selatan mempunyai beberapa sumber energi antara lain air terjun, saya sendiri sudah melihat langsung sumber tersebut salah satunya yaitu air terjun Simpur Ulu Manna, dan beberapa sumber air di kecamatan Air Nipis dan Kecamatan Kedurang Ulu, semua air terjun tersebut bisa di ubah menjadi energi listrik. Bahkan kalau Bendungan Air Nipis itu dikelola dengan baik sehingga air yang masuk dan mengalir melalui saluran primer itu tetap stabil maka setiap terjunan itu bisa di ubah menjadi listrik tanpa mengurangi debit air untuk persawahan dengan menggunakan turbine jenis propeller. Saya sudah hitung setiap terjunan primer itu bisa mencapai tinggi 2 s/d 3 m’head-nya, dengan debit air sekitas 2 m3 perdetik bisa menghasilkan daya di atas 50 Kwh, nah kalau kita bisa manfaatkan 10 titik saja berarti kita sudah mempunyai listrik 500 Kwh yang sangat murah karena bersumber dari air. Kita juga mempunyai sekam / dedak padi yang juga bisa di ubah menjadi energi. Jadi bila ditangan seorang yang berilmu maka Bengkulu Selatan kedepan akan bisa menjadi daerah yang mandiri dengan listrik bahkan bisa menjual listrik ke PLN.
Para pembaca yang budiman itu hanya mimpi indah seorang Gusnan yang tentunya sangat sulit untuk diwujudkan karena bukan saya yang mengambil kebijaksanaan, sebab pada tahun 2002 masih saat Bupati Iskandar Dayok saya sempat mengirim surat permohonan kerjasama pembangunan PLTMH sungai Luas di kaur dengan daya 15 s/d 20 Mwh (sebelum Kaur menjadi Kabupten), dengan investasi murni konsorsium dari Guna Elektro Group dan dana sudah di siapkan sebesar Rp. 200 M, namun sampai saat tulisan ini saya tulis tidak pernah ada jawaban tertulis dari Pemkab Bengkulu Selatan dan saya hanya satu kali di telepon oleh seorang Pejabat Bengkulu Selatan waktu itu, sehingga Guna Elektro memindah investasinya dengan membangun PLTB (Wind Turbine) Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin di Pulau Ende. Melalui tulisan ini saya sampaikan bahwa saya siap membantu tenaga dan fikiran bila pihak Pemkab Bengkulu Selatan membutuhkannya untuk turut mengatasi krisis listrik yang sudah sangat meresakan masyarakat Bengkulu Selatan ini. Yang pasti dewa petir tak mungkin datang menerangi Bengkulu Selatan, hanya kitalah yang bisa merubah nasib kita. (Sudah pernah di terbitkan pada harian radar selatan ;penulis alumni FE Universitas Bengkulu).
Senin, 06 April 2009
PUPUK LANGKAH ?.GAMPANG...PAKAI JURUS LAMA
Oleh : Gusnan Mulyadi, SE. MM
n pertama sesungguhnya disebabkan oleh kelangkaan kedua, hal ini menyebabkan negeri ini seolah-olah di kelola oleh orang yang tidak mengerti managemen sehingga jadi amburadur. 997 Ha Sawah Tak Bisa Digarap, Warga seginim Menjerit dan Dua Balita Gizi Buruk Dapat Perawatan Rutin”, cukup tragis memang . (Harian Rakyat Bengkulu Minggu 15 Maret 2009). Saya terkejut membaca berita tersebut. Sekarang timbul pertanyaan bagai mana mengatasi kelangkaan pupuk yang menjadi salah satu penyebab penderitaan rakyat tadi. Saya jadi teringat pelajaran SD dulu yaitu “bahwa cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”. Memang benar pabrik pupuk dikuasai oleh negara (pemerintah pemilik saham 100%) tapi ada yang terlupakan yaitu agar pupuk tersebut sampai kepada rakyat petani, harus melalui jalur distribusi. Nah! Inilah yang tidak dikuasai oleh negara sehingga khususnya untuk wilayah Bengkulu Selatan, yang terjadi penguasaan terhadap distribusi pupuk ini hanya oleh segelintir orang (swasta) saja. Akibat dari monopoli atau oligopoli ditribusi ini, pupuk jadi langkah dan harga jadi naik-naik kepuncak gunung tinggi-tinggi sekali (maaf ini hanya salah satu penyebab disamping ada penyebab lain, tapi ini cukup besar pengaruhnya).
Mari kita lihat lebih jauh beberapa penyebab kelangkaan pupuk ini. Secara Nasional kelangkaan pupuk ini disebabkan yaitu :
Pertama, kewajiban dan wewenang Departemen Pertanian menentukan besarnya kebutuhan pupuk bersubsidi, dengan menghitung kebutuhan pupuk bagi setiap daerah berdasarkan luas lahan dan pemakaian pupuk normal setiap hektarenya. Persoalannya, basis data yang digunakan dalam menentukan luas lahan ini masih simpang-siur, baik antara Deptan dan BPS. Selain itu, perhitungan yang ditentukan Deptan biasanya berbeda dengan kebiasaan para petani. Petani kita sering kelebihan dosis dalam penggunaan urea pada pola tanamnya. Implikasinya, kebutuhan pupuk bersubsidi oleh petani bisa jauh di atas alokasi yang ditentukan pemerintah. Lalu, siapa yang patut dipersalahkan dalam situasi ini? Deptan sudah benar dalam menentukan kebutuhan pupuk bersubsidi, tetapi basis data harus lebih diperkuat. Petani karena sudah terlalu lama tidak memperoleh penyuluhan, juga tidak bisa disalahkan jika kebiasaan tanamnya seperti saat ini. Oleh karenanya, seluruh instansi pertanian (pusat dan daerah) agar lebih aktif menyosialisasi penggunaan pupuk yang tepat ini.
Kedua, selama ini instansi yang berwenang menentukan tata niaga pupuk adalah Departemen Perdagangan (Depdag). Depdag mengatur wilayah penyaluran atau rayonisasi pemasaran pupuk bersubsidi. Tujuannya menjaga kepastian harga, kebutuhan, serta wilayah pemasaran pupuk bersubsidi. Regulasi ini diharapkan bisa memberikan jaminan kepada petani (berupa harga dan pasokan) maupun produsen pupuk (berupa kepastian wilayah pemasaran yang menjadi tanggung jawabnya). Di satu sisi, rayonisasi pemasaran pupuk bersubsidi ini memang penting untuk menjamin kepastian, baik bagi petani maupun produsen. Namun, sistem rayonisasi ini juga bisa menimbulkan problem lain. Sistem rayonisasi ini akhirnya mengambil alih peran Pusri sebagai holding yang membawahi Petrokimia, Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Pupuk Kujang, dan Pupuk Iskandar Muda (PIM). Jika distribusi pupuk ini dikembalikan melalui mekanisme holding, akan menciptakan fleksibilitas dalam penentuan wilayah pemasaran pupuk bersubsidi. Dengan demikian, holding dapat dengan mudah mengakomodasi berbagai aspek baik yang menyangkut aspek ekonomi maupun komersial. Sistem rayonisasi juga telah menciptakan jalur birokrasi yang rumit dan berpotensi berat sebelah. Contohnya, satu produsen pupuk yang memiliki kewajiban mengalokasikan pupuk bersubsidi dalam jumlah besar, sementara produsen lainnya kecil. Sebagai BUMN yang dituntut laba, ketimpangan ini memberatkan produsen pupuk yang memiliki kewajiban pemasaran pupuk bersubsidi dalam jumlah besar. Di luar itu, jika terdapat daerah yang mengalami kekurangan pasokan (misalnya akibat force majuer), juga tidak bisa serta-merta dapat ditangani oleh produsen lain. Sebagai barang dalam pengawasan negara, pengalihan alokasi pupuk bersubsidi ke bukan daerah pemasaran yang telah ditentukan pemerintah dapat berpotensi terjerat pidana. Kompleksitas di lapangan inilah yang dapat menyebabkan kelangkaan pupuk. (Jemau Manna ndiak pacak njual ke Kaur, pacak te jil)
Ketiga, menyangkut pola subsidi pupuk. Seperti disebut di atas, Deptan adalah institusi yang berwenang menentukan besarnya kebutuhan pupuk bersubsidi di daerah. Perhitungan Deptan inilah yang digunakan untuk menentukan subsidi yang diterima produsen pupuk dari Departemen Keuangan. Pola subsidi pupuk yang berlaku saat ini adalah pola subsidi harga gas. Besaran subsidi untuk urea dihitung berdasarkan harga gas sesuai kontrak (dolar AS/mmbtu) dikurangi harga gas yang menjadi beban produsen pupuk (dolar AS/mmbtu) dikalikan volume pemanfaatan gas. Produsen pupuk tetap membayar gas dengan harga sesuai kontrak, sedangkan selisihnya dibiayai APBN. Pola subsidi melalui harga gas ini menimbulkan kompleksitas bagi produsen pupuk karena tidak sesuai dengan perhitungan biaya produksi. Pola subsidi harga gas ini mengabaikan biaya lainnya di luar biaya gas. Padahal, selain gas masih terdapat biaya transportasi dan biaya operasi lainnya yang bergerak naik, sementara harga jualnya telah ditentukan melalui harga eceran tertinggi (HET).
Keempat, kelangkaan pupuk juga diakibatkan karena maraknya penyelundupan pupuk ke luar negeri oleh para mafia perpupukan. Penyebab penyelundupan tersebut adalah akibat adanya disparitas harga yang tinggi antara harga jual domestik (HET) dan harga ekspor. Harga pupuk di luar negeri bisa mencapai USD 250 /ton, sedangkan HET hanya Rp 1.050 per kilogram (sekitar 100 dolar AS/ton). Dari uraian di atas, terlihat bahwa di balik kasus kelangkaan pupuk di daerah, ternyata menyimpan masalah yang cukup rumit. Kasus kelangkaan pupuk ini tidak bisa ditangani secara parsial. Kelangkaan pupuk membutuhkan penanganan yang komprehensif dari berbagai sisi. Ketiga penyebab nasional ini tidak bisa di atasi oleh Pemda.
Kelima; Sesuai Permentan No. 42/2008 dan No.57/2008 pasal 6 ayat 2(a) penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat penyalur Lini IV harus berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sesuai dengan wilayah tanggung jawabnya. RDKK merupakan kebutuhan riil petani untuk satu periode tertentu dalam pengelolaan usahatani, disusun 2 bulan sebelum tanam. Jalur penyaluran pupuk dimulai secara tebalik yaitu petani mengajukan RDKK yang harus sepengetahuan Dinas Pertanian Kabupaten (Kelompok tani-Dinas Pertanian-Penyalur-Distributor-Pusri). Saya sendir beberapa hari yang lalu berdiskusi dengan beberapa petinggi Pusri Bengkulu, mereka mengatakan kalau stock cukup banyak dan tidak akan kurang, namun bukti dilapangan menunjukan kelangkaan pupuk sangat parah. Nah sekarang dimana pokok permasalahannya ?. Sebagai mana saya sudah uraikan diatas tadi bahwa hal mendasar adalah tidak bagusnya jaringan distribusi yang ada (kurang jujur kali ya!). Bisa jadi ini terjadi penumpukan atau disalurkan tidak sesuai dengan peruntukannya (Pupuk subsidi dijual bukan kepada yang berhak, barangkali lho!). Kalau istilah orang sekarang pupuk langka karena distributor nakal..hehehe.
Terus terang saya sangat tidak setuju dengan cara pemerintah membagikan pupuk gratis kepada para petani. Hal ini sangat tidak mendidik dan tidak bisa mengatasi kelangkaan pupuk, sebab bila pupuk gratis sudah habis maka pupuk kembali menjadi siluman alias langka dengan harga selangit. Yang penting bagi petani itu ketersediaan pupuk murah secara berkesinambungan (kebilau endak adau).
Kalau begitu timbul pertanyaan “Hai Gusnan jangan asal ngomong ya sekarang bagai mana solusinya untuk kita di daerah? “. Aman ada resepnya! gunakan jurus lama “bahwa cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”. Ambil alih jalur distribusi oleh pemerintah daerah dengan memanfaatkan BUMD sebagai distributor pupuk bersubsidi untuk kabupaten Bengkulu Selatan, berikan subsidi ongkos angkut agar sampai ditingkat petani harga masih sesuai dengan harga eceran yang ditentukan pemerintah atau setidak-tidaknya harga tetap wajar. Berikan penjualan secara kredit dengan pembayaran saat panen kepada petani. Dengan cara ini maka akan ada dua keuntungan yang di dapat yaitu : Pertama, petani diuntungkan karena pupuk tersedia dengan harga murah dan bisa kredit (lemak nian amu luak itu). Kedua, pemerintah juga diuntungkan karena dengan bisnis pupuk ini BUMD dapat untung bukan seperti sekarang BUNTUNG dan juga menciptakan lapangan kerja baru.
Lantas pasti ada lagi pertanyaan “awu ngiciak gampang tapi luak manau melaksanaka diau?”. Lah kalau ngiciaka diau gampang tentu melaksanaka diau jugau gampang. Tapi bagi beberapa orang yang menjelaskannya saja tidak bisa, pasti tidak bisa melaksanakannya, karena dia tidak menguasai permasalahan apalagi jalan keluarnya (betulkan?). Baik kita uraikan bagai mana cara melaksanakannya. Ada beberapa hal yang harus ada untuk menjalankan usaha antara lain: Pertama Pelaku bisnis, ini sudah ada namanya BUMD. Kedua Produk yang mau dijual, ini sudah ada yaitu pupuk milik PT. PUSRI. Ketiga Pembeli ini sudah ada namanya petani. Nah syarat untuk bisnis sudah ada usaha pasti bisa jalan asalkan para pelaksanananya (pemimpin) paham akan hal tersebut. Dengan distributor dikelolah pemerintah ini pasti bisa menstabilkan pupuk di Bengkulu Selatan dan setiap kecamatan harus ada Gudang Pupuk yang bisa melayani kebutuhan pupuk petani secara berkesinambungan. Bagi yang tidak mengerti pasti menggerutu dalam hati “Itukan tidak cukup karena pasti butuh pasilitas lain”. Hal ini tentu benar, kita butuh gudang penyaluran disetiap kecamatan, kita butuh uang untuk membeli pupuk, kita butuh modal untuk memberi kredit kepada petani, kita butuh karyawan untuk melakukan operasinal usaha. Semua fasilitas tambahan tersebut juga sudah tersedia tinggal bagai mana seorang pemimpin memanagenya. Gudang bisa dipakai gudang koperasi kecamatan atau saya yakin setiap kecamatan sudah ada penyalur yang siap berkerjasama, modal ada uang rakyat yang bernama APBD, karyawan ? sangat banyak pengangguran. Saya tahu masih ada pembaca yang bertanya “Apa usaha ini bisa menguntung ?, jangan-jangan nanti BUMD rugi, bangkrut. Yang pasti sama-sama untung baik petani maupun BUMD asal tahu resepnya (hehehe yang ini rahasia perusahaan, resepnya tidak bisa dibuka disini loh, bayar dulu uang kuliahnya baru dikasih tahu, hehehe).
Disamping penanganan pupuk kimia tadi masih ada jalan lain untuk mengatasi masalah kelangkaan pupuk ini yaitu ; Pertama. Dengan pemanfaatan kompos. Kompos adalah pupuk yang dibuat dari sampah organic. Pembuatannya tidak terlalu rumit, tidak memerlukan tempat luas dan tidak memerlukan banyak peralatan dan biaya. Selain mengurangi masalah pembuangan sampah, kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sendiri, tidak perlu membeli. Kompos berguna untuk memperbaiki struktur tanah, zat makanan yang diperlukan tumbuhan akan tersedia. Mikroba yang ada dalam kompos akan membantu penyerapan zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Tanah akan menjadi lebih gembur. Tanaman yang dipupuk dengan kompos akan tumbuh lebih baik. Kedua, Pembuatan pemafaatan pupuk cair. Sampah tidak hanya bisa dibuat menjadi kompos atau pupuk padat. Sampah juga bisa dibuat sebagai pupuk cair. Pupuk cair mempunyai banyak manfaat. Selain untuk pupuk, pupuk cair juga bisa menjadi aktivator untuk membuat kompos. (Cara membuat kompos dan pupuk cair saya akan jelaskan pada tulisan berikutnya).
Mengatasi kelangkaan pupuk saja bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan ekonomi petani dan daerah, masih banyak hal-hal yang harus dibenahi. Pertama, Jaringan irigasi yang selalu baik, bukan seperti sekarang proyeknya ada tapi kerjanya amburadur sehingga baru dibangun/ direhab sudah rusak lagi (pemborong itu kadang-kadang lebih buas dari harimau loh, semen dan batu aja dia makan, jangan tersinggung, kan bercanda), Kedua, Harga hasil pertanian yang tinggi dan stabil. Ini bisa diciptakan dengan pembentukan atau menciptakan jaringan pemasaran yang luas baik lokal, nasional maupun internasional (pemimpinya harus mengerti bisnis atau mau belajar bisnis, saya siap jadi mentornya loh! gratis lagi!, ini serius bukan bercanda). Ketiga, Ketersediaan modal untuk para petani, pedagang dan nelayan. Peran penyediah modal ini juga harus diambil BUMD sebagai salah-satu unit bisnisnya yang pasti akan sangat menguntungkan kedua belah pihak baik petani, nelayan, pedagang dan BUMD. Khusus untuk urain Kedua (Harga hasil pertanian) dan Ketiga (modal) tentu harus ada ilmu bagai mana cara membangunnya saya akan uraikan hal tersebut pada tulisan yang akan datang.
Bagi para pemimpin yang berminat untuk diskusi sama saya, saya siap untuk menguraikan secara detail beberapa permasalahan tersebut diatas, gratis tampa harus bayar karena saya tidak takut ilmunya habis atau dijiplak orang, ini semua untuk kebaikan daerah kita tercinta. Semoga uraian singkat ini ada manfaatnya. Dari berbagai sumber, (penulis adalah alumi FE UNIB)